Bukan Elin-Maman, PDIP Bisa Keos

oleh -149 views
KOMPAK: Seniman Cipatat dan Waraga Nyomplong, Kecamatan Cipatat KBB berharap yang diusung PDIP pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati KBB Elin Suharliah-Maman S Sunjaya di pilkada 27 Juni 2018.

CIPATAT- Warga Desa Nyomplong, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengharapkan duet pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diusung PDIP adalah Elin Suharliah-Maman S Sunjaya.

Apa alasanya? Cecep Darozak tokoh pemuda RW 12 Kampung Nyomplong, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, KBB mengaku, duet pasangan ini dipastikan bisa memenangkan pertarungan di pilkada 2018 nanti. “Membawa perubahan itu dengan sendirinya, itu alasan klasik. Sekarang berpikirnya menang dululah dipilkada,” kata Cecep anak dari politisi PDIP ini, Selasa (2/1/2018).

Bahkan Cecep memprediksi, lawan politiknya saat ini berharap yang diusung PDIP bukan pasangan Elin-Maman atau salah memasangkan wakilnya. “Itu yang ditunggu-tunggu lawan politik saat ini. Salah masang wakilnya saja PDIP bisa keos, liat saja nanti,” sebutnya.

Alasannya sederhana, lanjut Cecep, baik Elin maupun Maman sudah mempunyai basis massa yang pasti. “Jadi kalo Pak Abubakar (Ketua DPC PDIP, red) ngotot wakilnya kudu Maman ya wajar lah. Dia punya piling kuat, kalo jagonya bisa memenangkan pertarungan dipilkada nanti,” sebutnya.

“Kalo yang lain di luar Maman wakilnya, ya saya kira hanya numpang saja sama Bu Elin. Makanya wajar gesekan sangat keras untuk bisa menjadi wakil Bu Elin,” tambahnya.

Terlepas sekarang ada gesekan penolakan Elin-Maman, kata Cecep, masalah tersebut mestinya bisa dikesampingkan oleh para kader yang berkepentingan. “Berpikir lah realistis bukan kepentingan kelompok, jadi saya kira bukan masanya lagi gesekan antarkader A dan kader B, tapi berpikir kemenangan untuk partai,” tuturnya.

Menurut Cecep, pilkada saat ini menjadi barometer KBB kemenangan di event pemilu pileg maupun pilpres. “Sangat susah membesarkan partai di daerah, kalah saja PDIP dipilkada kali ini akan sangat sulit membangunnya lagi. Jadi berpikirnya jangan pake emosional segala tapi mesti realistis,” tandasnya. (wie)