Pepabri Cimahi Bingung Dipilgub Pilih Jendral Hasan atau Jendral Sudrajat

oleh -112 views

CIMAHI – Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Kota Cimahi, tidak akan mudah dalam memberikan suara bagi siapapun calon gubernur yang mengatasnamakan purnawirawan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pepabri Kota Cimahi, Kolonel Inf (Purn) Fachri Airo mengatakan, dalam Angaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi Pepabri harus bersikap netral dalam setiap pemilihan umum (Pemilu). Kendati demikian, pihaknya tidak melarang siapapun anggotanya untuk berpolitik ataupun maju menjadi kepala daerah.

“Pada prinsipnya, kami akan selalu bersikap netral. Sebab, dalam AD/ART Pepabri secara organisasi tidak boleh berpihak pada salah satu calon,” katanya, Jumat (26/1/2018).

Seperti diketahui, dari tiga bakal calon gubernur Jawa Barat, dua diantaranya berasal dari kalangan purnawiran TNI, mereka adalah Mayjen (Purn) Sudrajat yang berpasangan dengan Ahmad Syaikhu, yang diusung oleh partai Gerindra, PKS dan PAN. Dan Pasangan Mayjen (Purn) TB Hasanuddin yang berpasangan dengan Irjen Pol Anton Charliyan, yang diusung oleh partai PDIP.

Menurut dia, suatu hal yang wajar jika kedua bakal calon tersebut berebut dukungan dari purnawirawan dan keluarga militer khususnya di Kota Cimahi.

Dari data yang tercatat di DPC Pepabri Cimahi, ada sebanyak 12 ribu orang purnawirawan TNI. Ditambah, anggota keluarga dari TNI yang masih bertugas di Cimahi.

“Itu yang tercatat di Cimahi saja. Kalau dikalkulasikan se Jawa Barat, tentu mencapai jutaan. Tapi untuk pilihan tidak bisa dipaksa. Biar saja memilih menurut keyakinannya masing-masing,” tuturnya.

Dia menambahkan, TB Hasanudin dan Sudrajat sebagai bakal calon dari TNI atau bisa disebut sebagai keluarga besar TNI, maka tidak menutup kemungkinan mantan-mantan anggotanya secara pribadi mendukung mereka berdua.

“Kalau hitung-hitungan, mereka bisa bersaing dengan calon lain yang bukan dari militer. Tapi gak tau gimana hasilnya nanti,” ucapnya.

Ia pun berharap, semua kontestan pilgub Jabar 2018 adalah orang yang bisa membangun Jabar lebih baik, dan tidak hanya dari mantan militer saja.

“Mereka orang yang bisa membuat maju Jabar sesuai keinginan masyarakat. Bukan maju sesuai keinginan sendiri,” pungkasnya. (mon)