Di Cimahi Pelanggaran APS Hasanah Paling Banyak

oleh -126 views

CIMAHI – Empat tim sukses masing-masing pasangan Calon Gubernur Jawa Barat dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan.

Pelanggaran tersebut yakni dalam pemasangan Alat Peraga Sosialisasi (APS) para Calon Gubernur, yang di pasang tidak sesuai dengan ketentuan.

Dari hasil penertiban APS yang dilakuan oleh Panwaslu, KPU dan Satpol PP Kota Cimahi, selama tiga hari berturut-turut, Jum’at hingga Minggu (23-25/2), telah diamankan sedikitnya 239 APS.

Adapun jumlah pelanggaran dari masing-masing timses pasangan calon yaitu, pasangan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan 114 APS.

Pasangan RINDU (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) dengan total APS 56.

Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) total APS-nya mencapai 53. Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mencapai 16.

Menurut Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi, Yus Sutaryadi, aturan itu disinergikan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Dalam PKPU tersebut dicantumkan area mana saja yang dilarang untuk dipasang alat propaganda politik.

“Makanya APS itu kami tertibkan,” kata Yus, saat ditemui di Kantor Panwaslu Cimahi Jalan Sangkuriang, Rabu (28/2/2018).

Meski sudah melaksanakan penurunan APS, namun fakta di lapangan masih banyak alat propaganda politik bertebaran di sejumlah titik di Kota Cimahi.

Yus pun menilai para tim sukses masing-masing pasangan calon gubernur ini tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku.

“Ini seperti kucingan-kucingan saja. Padahal sudah diturunkan tapi, mereka kembali memasang APS itu,” ucapnya.

Untuk kedepannya, lanjut dia, apabila APS masih terpapmang, pihaknya akan melakukan rapat pleno bersama KPU, Satpol PP Kota Cimahi maupun Tim Pemenangan keempat pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat.

“Kita akan koordinasikan agar pelanggaran ini tidak dibiarkan,” pungkasnya. (mon)