Panwaslu Cimahi Ajak Masyarakat Ikut Awasi Pilgub Jabar

oleh -108 views
SEREMONIAL: Panwaslu Kota Cimahi saat sosialisasi pojok pengawasan yang dilaksanakan di Hotel Endah Parahyangan, Jumat (23/2/2018).

CIMAHI – Memasuki tahap kampanye  Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pesta demokrasi tersebut.

Ketua Panwaslu Kota Cimahi, Yus Sutaryadi mengatakan, untuk menyamakan persepsi antara masyarakat dengan pengawas pemilu, dilaksanakan sosialisasi terkait kepemiluan.

Dalam sosialisasi tersebut, edukasi serta peraturan pemilu dijabarkan agar, seluruh elemen masyarakat paham akan tata cara pengawasan serta berbagai jenis pelangaran dalam pemilu khsusunya Pilgub.

“Dilaksanakannya sosialisasi ini sebagai peluang edukasi dan sebagai tempat komunikasi masyarakat,” ujar Yus, usai sosialisasi pojok pengawasan yang dilaksanakan di Hotel Endah Parahyangan Cimahi, kemarin.

Menurutnya, dalam menyukseskan pemilu sudah seharus masyarakat dirangkul agar sinergitas terjalin baik. Seingga, tidak ada lagi keraguan dimasyarakat ketika menemukan suatu pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing tim kampanye. Pada dasarnya, jika masyarakat sudah paham terkait pemilu, sosialisasi itu dianggap berhasil.

“Dengan begitu, partisipasi masyarakat selain memiliki hak pilih juga memiliki hak mengawasi,” jelasnya.

Yus mengatakan, dalam pengawasan pemilu di Cimahi, pihaknya memiliki ruang Pojok Pengawasan Partisipatif. Ruang itu bisa dijadikan sebagai sarana informasi dan pendidikan politik masyarakat.

“Pojok pengawasan tidak hanya menerima data – data tentang pengalaman kepemiluan, tapi juga memuat jumlah statistik dan pelanggarannya. Bahkan, pojok pengawasan ini terbuka bagi siapapun,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Barat Yusup Kurnia, menyatakan, pemilu bukan hanya hajat pengawas pemilu maupun pihak lainnya tapi, milik semua elemen masyarakat.

“Pemilu adalah pesta demokrasi rakyat. Jadi, siapapun berhak turut serta dalam menyukseskan pemilu,” katanya.

Yusup menjelaskan, pojok pengawasan ini sengaja disediakan oleh Panwaslu Kabupaten/Kota. Tujuanya agar, masyarakat bisa mendapatkan informasi secara komprehensif mengenai pengawasan yang dilakukan Panwaslu.

Melalui pojok pengawasan, lanjut dia, Panwaslu akan menyajikan fakta dan data terkait pengawasan terkait kepemiluan. Terlebih, Bawaslu RI tengah memindahkan data-data manual ke dalam format digital.

“Data tersebut merupakan catatan-catatan Bawaslu mengenai pengawasan pemilu, baik pelanggaran administrasi, pengawasan mengenai pelanggaran pidana, dan penanganan sengketa. Maka, publik pun berhak mendapat akses yang luas dari pengawas pemilu,” tandasnya. (mon)