Polda Jabar Deteksi Daerah Rawan Konflik Pilkada

oleh -63 views

CIMAHI – Menciptakan kondusifitas wilayah selama gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, peran Bhabinkamtibmas sangat dibutuhkan. Terutama dalam mendeteksi dini terkait berbagai macam potensi yang bisa mengacaukan situasi.

Menurut Inspektur Pengawasan Umum Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno, potensi konflik dalam pilkada tidak hanya terjadi dikalangan elit politik saja. Namun, kerawanan konflik bisa terjadi di lingkungan masyarakat.

“Saya perintahkan para Kapolres di Jawa Barat agar menurunkan anggotanya sebagai pengamanan daerah. Sekecil apapun potensinya harus ada deteksi dan antisipasi,” tegas Agung, di Cimahi, Sabtu (17/2/2018).

Dengan demikian, pihaknya mengimbau pada masyarakat melakui fungsi Binmas dan intelejen untuk antisipasi jangan sampai ada gesekan yang menimbulkan masalah besar.

“Saya harap, jika terjadi suatu masalah harus segera ditangani dengan baik. Jangan anggap remeh masalah sekecil apapun,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi konflik pada pilkada serentak 2018 di Jawa Barat (Jabar), jajaran Polda Jabar telah membuat rencana pengamanan mulai dari, tahapan-tahapan awal hingga pelantikan.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, selain rencana pengamanan, pihaknya pun sudah memetakan sejumlah daerah yang dianggap rawan konflik pilkada.

Dari hasil pemetaan wilayah, daerah yang dinilai rawan konflik diantaranya, Kota Cirebon dan Kabupaten Ciamis. Sebab, kedua daerah tersebut hanya memiliki dua kontestan saja, atau head to head.

“Tentu kedua daerah ini jadi fokus kami, tanpa mengesampingkan daerah lain,” katanya.

Selain itu, demi menjaga kondusifitas daerah, Agung menegaskan, tindakan tegas akan dilakukan apabila ada oknum yang mencoba merusak kenyamanan maupun keamanan selama pilkada berlangsung. Tak tanggung-tanggung, tindakan terukur atau tembak ditempat akan dilakukan jika sudah membahayakan petugas.

“Perusuh akan dilumpuhkan sesuai dengan protap urutan ke enam yaitu, pinggang kebawah. Selain itu kita akan melakukan seting sesuai dengan kerawanan saat pagelaran pilkada serentak,” pungkasnya. (mon)