DPT Cimahi untuk Pilgub Jabar 32,7 Juta Pemilih

oleh -77 views

CIMAHI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi menjadikan partisipasi pemilih pemula sebagai bahan evaluasi yang harus dibenahi. Hingga saat ini kepedulian pemilih pemula dalam menyalurkan hak pilihnya tergolong minim.

Ketua KPU Kota Cimahi, Handi Dananjaya mengungkapkan, saat ini dari jumlah pemilih yang terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 sebanayak 32,7 juta pemilih, 30 persennya atau sekitar 9.810.000 jiwa merupakan pemilih pemula.

“Saya rasa jumlah tersebut bisa memengaruhi hasil suara yang sangat tinggi. Di Kota Cimahi juga ada sekitar 30 persen atau sekitar 109.467 dari jumlah pemilih sebanyak 364.890 jiwa yang ada di DPT,” ujarnya, disela sela pelaksanaan jalan sehat dalam rangka menyongsong pemilihan gubernur 2018, di Halaman Gedung Teknopark, Jalan Baros Kota Cimahi, Minggu (29/4/2018).

Handi berpendapat, kurang pedulinya pemilih pemula dalam menyalurkan hak pilihnya dipengaruhi oleh referensi kabar berita yang ada di media sosial (medsos) dengan banyaknya para politisi yang menampilkan kabar atau hal- hal yang kurang baik. Padahal media sosial sangat memengaruhi prilaku dan sikap bagi penggunanya.

“Dari berita yang beredar itulah timbul kekurang sukaan dari para pemilih pemula terhadap kepemiluan,” ucapnya.

Seharusnya, lanjut Handi, keingintahuan pemilih pemula lebih lebih besar terhadap kepemiluan. Sebab pemilih pemula merupakan calon pemimpin masa depan, sehingga mau tidak mau mereka seharusnya lebih tampil dan tidak boleh masabodo terhadap pemilu.
“Mereka harus peduli terhadap kepemiluan. Untuk itu hari ini kita khusus mengemas acara yang menarik bagi para pemilih pemula,” bebernya.

Untuk itu, KPU sebagai penyelenggara pemilu mempunyai peran untuk menjelaskan dan menampilkan pemilu yang sebetulnya, bukan pemilu seperti apa yang digambarkan di medsos yang seolah olah pemilu itu adalah kompetisi yang mengujar kebencian dan saling fitnah.

Tapi Pemilu yang sebenarnya adalah suatu momen yang bisa dijadikam alat silaturahmi yang bisa dirasakan dan disederhanakan serta Pemilu yang sebenarnya tidak berbelit belit seperti apa yang rata rata digambarkan di medsos.

“Di sini kita juga menampilkan ajakan anti hoax. Pemilih pemula lebih familiar dengan media sosial (medsos), sehingga kami harap mereka jangan sampai cepat terpengaruh oleh ajakan ajakan yang kurang baik yang keberadaannya belum tentu benar,” terangnya.

Selain merangkul pemilih pemula, dalam pelaksanaan jalan sehat dalam rangka menyongsong Pilgub Jabar 2018 yang dilaksanakan serentak di 27 Kabupaten/Kota se Jawa Barat. KPU Cimahi juga merangkul para transgender dan penduduk Kampung adat Cireundeu yang selama ini kurang diperhatikan dalam masalah kepemiluan.

“Saya berharap Pilgub ini betul betul bisa dimaknai oleh masyarakat kota Cimahi khususnya pemilih pemula bahwa pemilu itu tempat silaturahmi dan tempat adu argumentasi yang sehat,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pemilih pemula yang hadir dalam kegiatan sosialisasi Pemilu, berharap KPU mensosialisasikan pemilu dengan melakukan simulasi pencoblosan. Sebab, selama ini kebanyakan sosialisasi yang dilakukan hanya bersifat pengenalan saja.

“Banyak pemilih pemula yang baru mau nyoblos, sebaiknya simulasi lebih banyak dilakukan,” ungkapnya. (mon)