Ini Isi Pidato Ujaran Kebencian Terhadap PDIP yang Jadi Video Viral

oleh -54 views
POLEMIK: Inilah foto video ujaran kebencian salah satu ustad yang ditujukkan kepada PDIP saat acara tablik akbar di Kamoung Ciwaru RT 01/09 Deaa Bojongmekar, Kecamatan Cipendeuy KBB.

“Kita Harus Benci Terhadap PDI. Kita Harus Musuhi PDI. Kenapa? Karena pimpinannya Megawati.

Saya tidak butuh suara umat Islam di pemilu. Sakit engak, sakit engak? Kalo Anda-anda orang Islam ngaku cinta ulama tapi masih memilih orang-orang partai PDIP maka Anda semuanya orang-orang munafik neraka jahanam.

Keluar dari PDIP karena partai Anda itu partaixxxx partaixxxx.

Soal itu, Ketua DPC PDIP KBB, Yadi Srimulyadi mengatakan, pihaknya akan menanyakan tablig akbar yang memuat ujaran kebencian itu kepada pihak penyelenggara. “Kita akan minta klarifikasi kepada pihak penyelenggaranya dulu, ya jika memang benar kenapa tidak kita laporkan kepada yang berwajib,” ujar Yadi ditemui di DPC PDIP KBB, Jumat (27/4/2018).

Seharusnya, kata Yadi, Panwaslu KBB jeli menanggapi persoalan itu. Tapi katanya, jika pun tidak ditanggapi oleh Panwaslu KBB, pihaknya akan melaporkan masalah tersebut kepada aparat kepolisian dalam hal ini Polresta Cimahi. “Saya sudah liat videonya tinggal melaporkan saja,” tandas Yadi.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaporkan viral video pengajian ujaran kebencian terhadap PDIP di Kampung Ciwaru RT 01/09 Desa Bojongmekar, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam video viral berdurasi 1 menit 51 detik itu, ustad tersebut dengan menggebu-gebu menyebutkan di depan ribuan masyarakat agar membenci PDIP bahkan memusihi PDIP.

Dalam video itu juga, ustad tersebut menyebutkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri disebut dengan kata-kata yang tidak semestinya. “Saya tidak butuh suara umat Islam di pemilu,” kata ustad itu dalam video viralnya. Bahkan ustad tersebut memprovokasi jika orang Islam yang memilih PDIP adalah munafik.

Bendahara PDIP, Jejen Zaenal Arifin mengaku, dirinya mendapat video itu dari kadernya saat menyaksikan ceramah tersebut. “Saya mendapat video itu dari kader saya, dan kebetulan ada dua anggota DPRD KBB turut diudang dalam pengajian itu,” kata Jejen saat jumpa pers di DPC PDIP KBB, Jumat (27/4/2018).

Jejen menyebutkan, bahwa kegiatan pengajian itu yang dihadiri salah satu calon bupati KBB bertemakan salawat untuk Bandung Barat. “Mungkin saja yang mengundang itu salah satu tim sukses paslon karena dihadiri oleh paslon yang bersangkutan. Di situ juga disebutkan pilih saja calon nomor dua jangan pilih calon dari PDIP,” kata Jejen.

Jejen mengatakan, pengajian itu sebagai Ketua Panitianya adalah ustad Asep Habib dengan pencermahnya Muhammad Alidrus yang berasal dari Kota Bogor.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPC PDIP KBB,
Jelly C. Supriyadi S.H. M.Hum mengatakan, pihaknya melaporkan masalah tersebut ke Panwaslu KBB dan Polresta Cimahi bahkan ke Polda Jabar.

“Ini jelas ujaran kebencian kepada partai kami, dan ini juga bentuk responsif kami atas aduan dari rekan yang melaporkan video tersebut,” sebut Jelly.

Jelly menduga motif itu untuk menyerang paslon demi kepentingan paslon yang lainnya. “Saya sudah saunding ke DPD PDIP Jawa Barat bahkan ke PDIP karena ini menyangkut Ketua Umum kami juga dan partai,” tandasnya. (wie)