Megawati Dihina, Kader PDIP KBB Gerudug Kantor Panwas dan Polisi

oleh -74 views
MERADANG: Ratusan kader PDIP KBB mendatangi Mapolsek Cipeundeuy, Sabtu (28/4/2018) atas ujaran kebencian kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan partainya dalam acara dakwa keagaaman.

CIPENDEUY- Tak terima partainya dan Ketua Umum PDIP Megawati dihina dalam acara dakwah keagamaan, Kader PDI Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meradang.

Buntutnya, ratusan kader partai dari mulai tingkat DPC, PAC, hingga ranting mendatangi Mapolsek Cipeundeuy untuk menyampaikan aspirasi supaya aparat penegak hukum melakukan antisipasi, Sabtu (28/4/2018).

“Ini adalah gerakan spontanitas untuk meredam keresahan dan kemarahan kader partai setelah muncul vidio penghinaan ketua umum PDIP,” kata Ketua PAC Cikalongwetan PDIP KBB Yuki Abdirahman.

Yuki menyebutkan, ada tiga poin penting yang disampaikan pihaknya ke pihak polsek. Yakni untuk menjaga keutuhan bangsa dengan mempertahankan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Meminta menjaga lingkungan masyarakat dari pengaruh isu sara, fitnah, hoax, dan ujaran kebencian. Serta menolak penceramah atau dai yang bertujuan memecah belah masyarakat.

“Kami minta aparat melakukan deteksi dini dan mengambil langkah antisipasi supaya kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” tegasnya.

Bendahara DPC PDIP KBB yang juga Ketua Fraksi PDIP KBB, Jejen Zaenal Arifin mengatakan, saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti penghinaan kepada Megawati dan juga ujaran kebencian kepada umat Islam tersebut. Ini juga erat kaitannya dengan Pilkada KBB karena dalam rekaman itu ada ajakan untuk memilih salah satu paslon dan mendeskriditkan paslon yang didukung oleh PDIP.

“Untuk persoalan hukum jalan terus dan bisa sampai ke Polda Jabar karena penceramah yang melakukan penghinaan itu domisilinya di Bogor,” ucapnya.

Kapolsek Cipeundeuy, AKP Dadan Suryanto mengatakan, pihaknya menampung aspirasi yang disampaikan oleh para kader PDIP. Meskipun untuk dugaan pelanggaran pilkada itu kewenangannya tidak di kepolisian tapi di Panwas dan Gakumdu. Pihaknya hanya berupaya mengantisipasi ke depannya agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

“Ini jadi masukan bagi kami untuk mengantisipasi supaya ke depan kegiatan-kegiatan keagamaan tidak disusupi muatan lain,” tandasnya. (wie)