124 ASN KBB Terancam Disanksi

oleh -41 views

 

NGAMPRAH-Sebanyak 124 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Komplek Perkantoran Kabupaten Bandung Barat (KBB) Desa Mekar Sari Kecamatan Ngamprah, terpaksa harus berjemur di bawah sinar mentari yang mulai terasa panas, Senin (28/5/18).

Mereka dinilai telah melakukan kesalahan ketika apel pagi Senin di Lapang Parkir Gedung Utama. Mereka bubar begitu saja, disaat upacara belum ditutup. Bahkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra, Sekretaris Daerah (Sekda) Aseng Djunaedi dan sejumlah pejabat teras KBB masih berada di depan mereka.

Kondisi tersebut membuat gusar Yayat. Karena menurutnya pagi itu ada agenda yang cukup penting untuk diketahui mereka.“Ada pemberian SK (Surat Keputusan) langsung untuk kenaikan pangkat bagi pejabat golongan 4 D ke 4 C. Saya rasa itu penting untuk diketahui. Tapi mereka bubar sebelum upacara selesai,” terangnya, usai apel Senin pagi.

Dalam kesempatan itupun, Yayat menyerahkan 117 SK Pengangkatan PNS bagi 117 Bidan PTT dan jabatan fungsional Dinas Pertanian. Menurutnya, momen tersebut dianggapnya cukup penting karena bagi mereka yang menerimanya kesempatan itu dinanti-nantikan. Jadi alangkah baiknya, jika momen itu disaksikan ASN lainnya.

Sayangnya, di luar dugaan para ASN dari berbagai golongan dan jabatan itu meninggalkan acara apel Senin pagi itu sebelum secara resmi dibubarkan. Yayat sangat menyesalkan tindakan mereka yang indisipliner.

“Memang tadi ada keselahan teknis untuk kesiapan simbolis penyerahan SK itu, sehingga ada jeda waktu. Tapi upacara belum ditutup. Tadinya saya ingin penyerahan SK bisa diketahui mereka,” tutur Yayat.

Secara spontan ia meminta agar ASN yang bubar, kembali ke tempat dan diberikan sangsi. Untuk sangsinya, kata Yayat akan dirumuskan terlebih dahulu sesuai dengan tingkat kesalahannya. Untuk sangsi awal mereka tidak dibubarkan seperti peserta upacara lainnya. “Kalau hanya teguran saja, saya kira tidak akan jera. Makanya harus ada sangsi, biar ini dijadikan contoh yang lainnya supaya tidak melakukan kesalahan yang sama,” terangnya.

Yayat juga menyatakan jika hal itu bukan hal kecil. Namun dikhawatirkan bisa mempengaruhi perilaku lainnya.Menurutnya tidak menutup kemungkinan dalam soal pelayanan, kepatuhan jam kerja hingga produktivitas kinerja juga diragukan tidak maksimal. “Inilah cerminan ASN KBB saat ini,” keluhnya.

Dalam kesempatan tersebut Aseng Djunaedi sempat kesal dengan ASN yang membubarkan diri tersebut. Disaat seremonial penyampaian SK, 124 ASN yang nakal tersebut disuruh berbaris di depan. Berhadapan dengan peserta upacara lainnya. Selepas yang lainnya bubar, Aseng Djunaedi dengan berapi-api memberikan wejangan pada mereka disaat mentari mulai meninggi. “Saya minta saudara saudara untuk meningkatkan sikap disiplin dan mentaati aturan yang sudah ada. Saya benar-benar kecewa dengan kejadian hari ini,” ucapnya. (wie)