Awas..! Serang Hoax Dipilkada

oleh -105 views

 

 

foto dokumen pribadi
KEGIATAN: Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara Anggota DPR RI, H. Agung Budi Santoso, SH MM di Vila Neglasari Cibabat Cimahi, Minggu (20/5/2018) menyoroti soal isu hoak ditahun politik.

CIMAHI- Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, H. Agung Budi Santoso, SH, MM mengatakan, tahun politik, baik di pilkada maupun menjelang pemilihan legislatif dan presiden, gesekan antara pendukung rentan terjadi.

Fenomena itu, kata Agung, bisa dicegah dengan saling hormat menghormati dan saling menghargai antarpendukung calon.

“Nilai-nilai Pancasila ini lah yang mesti ditumbuhkan kembali kepada masyarakat sebagai alat pemersatu bangsa,” ujar Agung ditemui disela Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara di Vila Neglasari Cibabat Cimahi, Minggu (20/5/2018).

Agung menjelaskan, terkikisnya nilai-nilai Pancasila di masyarakat ditandai dengan maraknya penyebar berita hoax. Pelaku dengan sengaja menebar benih isu Suku Agama, Ras dan Golongan (SARA) dengan serangan melalui media sosial, baik itu facebook, instagram, whats app dan media sosial lainnya. “Mereka sengaja menyebar isu SARA dimedia sosial untuk memecah bangsa ini,” kata Agung.

Isu-isu hoax ini juga, sebut Agung, dipergunakan oleh pelaku untuk membenturkan antarpendukung di pilkada. “Maka tak heran senjata ampuh mereka membuat pertikaian dipilkada adalah dengan kampanye hitam, inilah yang mesti diwaspadai oleh tim pendukung jangan mudah-mudah terprovokasi,” tuturnya.

Cara mudah mengenali isu hoax, tambah Agung, adalah menelusuri sumber berita tersebut. “Jadi jangan sampai mudah terpancing. Telusuri sumber berita itu, benar atau tidak,” sebutnya.

Pada kesempatan itu juga, Agung menjelaskan soal isu hangat bom Surabaya yang sempat dipertanyakan oleh salah peserta sosialisasi, Adji Sundayana.

Agung berpandangan, pelaku tero bom sengaja membuat gerakan tersebut untuk membuat gaduh negara. “Mereka dengan pemahamannya yang salah mengatas namakan agama melakukan aksi itu untuk memecah belah umat. Ya kuncinya adalah kebihnekaan harus dipahami secara mendasar oleh masyarakat, jika negara kita menganut paham Pancasila, tidak membeda-bedakan suku, agama, ras, maupun golongan,” tandasnya. (wie)