Black Campaign Harus Diusut Tuntas

oleh -146 views

 

Pengamat Politik dan Pemerintahan, Djamu Kertabudhi

NGAMPRAH- Pengamat Politik dan Pemerintahan, Djamu Kertabudhi mengatakan, serangan kampanye hitam saat ini lebih mengarah kepada media sosial (Medsos).

“Berbeda di lapangan, aktivitas kampanye ketiga pasang calon yang maju dipilkada KBB hanya hangat kuku, biasa saja,” ujar Djamu di Ngamprah, Sabtu (26/5/2018).

Sementara kampanye paslon lewat medsos, kata Djamu, terasa panas bahkan terkesan jor-joran. “Lebih ironis lagi, akhir-akhir ini bermunculan akun palsu, baik di facebook maupun whatsapp yang justru statusnya sangat tidak bersahabat, bernada menyerang yang mengundang suasana tambah runyam. Demikian pula apabila komentar terhadap status yang lain selalu bersikap nyinyir,” sebutnya.

Menurut Djamu, jika dilihat dari aspek pendekatan strategi politik, dikenal dua strategi penyampaian pesan berkampanye. Yaitu kampanye positif, merupakan proses penyampaian visi misi dan sekaligus deskripsi kelebihan paslon, dan kampanye negatif merupakan pengungkapan kekurangan yang dimiliki kompetitor berdasarkan fakta dengan tujuan mendongkrak elektabilitas paslon serta sekaligus menurunkan elektabilitas kompetitor.

“Didunia politik hal ini lumrah dan sah-sah saja dan tidak termasuk kategori pelanggaran. Tetapi dinamika politik kian berkembang dengan berbagai ekses yang ditimbulkannya. Munculah istilah jampanye hitam (black campaign), yang bersifat provokatif, menebarkan ujaran kebencian, dan sekaligus fitnah,” terangnya.

Djamu mengatakan, yang terakhir inilah yang perlu digaris bawahi dan harus mendapat perhatian khusus semua pihak, terutama pihak yang merasa dirugikan, untuk segera menyalurkan melalui proses hukum yang berlaku.

“Karena jelas termasuk pelanggaran tindak pidana. Segera diusut tuntas. Apabila dibiarkan, atau lamban penanganannya kondisi akan semakin tidak nyaman, dan berdampak terganggunya stabilitas politik,” tandasnya. (wie)