Hengky Miris Ibu Hendak Melahirkan Malah Dipingpong

oleh -132 views

 

PADALARANG-Calon Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan hanya bisa terteguh ketika salah seorang ibu dari Gununghalu, hendak melahirkan dipingpong untuk sekadar mendapat pelayanan kesehatan. Padahal kondisi ibu tersebut, membutuhkan penanganan secepatnya dari para medis. “Ibu itu mau melahirkan prematur. Sudah diperiksa ke Puskesmas setempat, tapi sama bidannya malah dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Cibabat.  Bukannya ke RSUD Cililin, yang jaraknya lebih dekat,” terang Hengki, Senin (27/5/2018) di Padalarang.

Alasan pasien tidak dirujuk ke RSUD Cililin,  lagi-lagi membuat Hengky terperanjat. Karena menurut informasi keluarga pasien, RSUD Cililin kurang dengan peralatan kesehatannya. Bahkan tidak ada dokter jaga sehingga pasien enggan ke sana dan minta rujukan ke rumah sakit di daerah tetangga, yakni di Kota Cimahi.

Namun bidan yang menangani pasien tersebut, merujuknya ke salah satu klinik di sekitar Padalarang. Malangnya, ibu itu tergolong keluarga kurang mampu sehingga untuk membayar klinik tersebut, ia hanya bisa menunjukan wajah sedihnya. Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dipegangnya tidak berlaku di klinik tersebut sehingga si ibu hanya bisa menunjukan wajah sedihnya.

Melihat kondisi tersebut, tentu saja Hengky segera turun tangan. Pasangan Aa Umbara Sutisna dalam Pemilihan Bupati/ Wakil Bupati Bandung Barat tersebut membantu  si ibu itu sehingga terbebas dari beban biaya proses persaliannya . “Sebenarnya membantu  itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai upaya menolong sesama. Cuma sesudahnya saya jadi kepikiran, bagaimana ke depannya agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” ucap artis yang diusung oleh Partai Demokrat, Nasdem, PAN, PKS dan PKPI dalam pencalonannya tersebut.

Menurut Hengky, dari kondisi tersebut ia menarik kesimpulan jika tempat pelayanan kesehatan di KBB, seperti Puskesmas dan RSUD perlu ditingkatkan. Jika selama ini Puskesmas hanya melayani dengan keterbatasan waktu pelayanan dan fasilitas minim, maka ke depannya harus mampu memberikan pelayanan rawat inap. “Dengan demikian,warga dari Gununghalu atau Rongga sekalipun tidak usah jauh-jauh berobat. Kalau status Puskesmasnya sudah ditingkatkan, cukup berobat di Puskesmas saja. Atau kalau pelayanan RSUD-nya sudah optimal, pasien tidak usah dibawa lari ke daerah lainnya,” bebernya.

Dikatakan Hengky, itulah salah satu program bidikan Akur dalam melakukan perubahan dalam soal pelayanan terhadap masyarakat Bandung Barat. Bahkan Akur memberikan perhatian khusus pada ibu hamil yang berasal dari keluarga kurang mampu.  Hengky menjanjikan, Akur akan menggratiskan biaya persalinan bagi warga kurang mampu. “KBB harus bisa menekan angka kematian ibu dan bayi. Insya Allah, kalau layanan kesehatan kita sudah optimal maka resiko kematian ibu hamil juga bisa berkurang,” pungkasnya. (wie)