Timses Tuding KPU KBB Kurang Profesional

oleh -73 views
SEREMONI: Inilah debat publik tiga pasang calon Bupati/Wakil Bupati KBB di Studio I News TV, Rabu (19/5/2018).

PADALARANG- Debat Publik pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat periode 2018-2023, Rabu  (9/5/18) malam masih menyisakan persoalan. Para tim sukses (Timses) menyatakan kekesalannya karena debat publik yang diselenggarakan di Statsiun I News TV Jakarta, kurang profesional.

Proses keberangkatan rombongan timses yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, molor dari jadwal yang ditentukan. Kemudian bus yang mengangkutnya, sempat ditolak semua timses paslon karena dianggap tidak laik pakai. Bahkan sempat terjadi insiden kecil dengan penolakan tersebut sehingga keberangkatan baru bisa dilaksanakan sekitar jam 14.00 WIB. Paslon sempat ngotot meminta ganti bus yang lebih layak, walau akhirnya dipaksakan berangkat.

Kekhawatiran para timses terjadi juga. Salah satu bus yang ditumpangi rombongan Timses nomor 2 mogok di KM 97 sehingga kendaraan lainnya menunggu cukup lama di KM 6. Namun kemudian, rombongan menumpangi lima mobil travel yang disediakan penyelenggara.

Ketua Timses Bidang Advokasi Hukum nomor urut 2 paslon Doddy Imron Cholid -dr. Pupu Sari Rohayati, Iwan Hd mengatakan, kekurang profesionalan penyelenggaraan Debat Publik ini, tidak semestinya. Karena agenda tersebut jauh-jauh telah dijadwalkan. Bahkan sebelumnya dibahas bersana timses bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita diminta kumpul paling telat jam 09.30 WIB dan langsung berangkat ke I News TV. Tapi kendaraan baru datang jam 12.00 WIB lebih. Eh, sudah begitu busnya kurang layak pakai. Makanya para timses protes,” ucapnya.

Meski KPU berkelit teknis keberangkatan tersebut merupakan tanggungjawab pihak ketiga, dalam hal ini I News TV namun kata Iwan tetap saja KPU tidak bisa cuci tangan begitu saja. Seharusnya, KPU bisa menekan pihak ketiga untuk lebih profesional lagi mengingat pelaksanaan Debat Publik kesatu, banyak kelemahan menyangkut teknis. “Waktu debat pertama di Hotel Mason Pine, kita kecewa karena ada beberapa teknis yang tidak maksimal. Kita berharap yang kedua harus sudah bagus. Tapi malah lebih parah lagi,” terangnya.

Pada debat kedua ini, selain menyangkut teknis ada kesalahan non teknis yang cukup mengganggu. Dalam penulisan calon wakil bupati no 2 disebutkan calon gubernur Bandung Barat. Selain itu, ada kesalahan data lainnya baik pada panelis maupun paslon. Kekesalan Iwan bertambah dengan slide penyampaia  visi misi paslon yang tidak jadi ditayangkan. Hanya karena paslon lain tidak menyiapkan, paslon Kado tidak jadi menampilkan slide yang sebenarnya telah dipersiapkan.

“Kinerja KPU harus dievaluasi. Karena sudah beberapa kali menunjulan kelemahannya. Saat debat pertama, insiden Cikande Saguling dan ketiga dalam debat kedua ini. Ini menunjukan KPU sarat dengan ketidaksiapan sebagai penyelenggara Pemilukada,” tandasnya.

Sementara Sekretaris Umum PDIP KBB Tuti Turmayanti menyayangkan kekurang profesionalan pelaksanaan debat publik kedua ini. Ia menilai insiden yang terjadi saat keberangkatan rombongan timses merupakan lemahnya koordinasi antara KPU dengan pihak ketiga. “Urusan teknis harusnya dimatangkan dulu biar beres pada pelaksanaannya. Jangan justru menjadi persoalan pas pelaksanaannya,” ucap Tuti yang juga sebagai tim pemenangan pasangan Elin S Abubakar-Maman S Sunjaya (Emas) nomor urut 1. (wie)