Akur Unggul Diserang Hoax

oleh -88 views

 

Foto Hadi Wibowo/Ragam Daerah
JUMPA PERS: Tim pemenangan AKUR dari Nasdem Jajang Solihin dan Heri Kusharyadi saat memberikan keterangan kepada wartawan seputar isu hoax selebaran gelap yang menyerang AKUR.

PADALARANG-Tim Partai Gabungan Pemenangan AKUR (Aa Umbara Sutisna-Hengky Kurniawan) angkat bicara. Dokumen gelap beredar luas di kalangan masyarakat Bandung Barat yang menyerang AKUR dianggap fitnah.

“Itu fitnah menyerang pribadi calon dan mengada-ngada merugikan sekaligus mencederai demokrasi Pancasila yang jauh dari perbuatan tercela seperti itu,” ujar Ketua Tim Gabungan Partai Paslon AKUR, Dona Ahmad Muharam di Padalarang, Senin (25/6/2018).

Pihaknya miminta aparat penegak hukum turun tangan menjaga kondusivitas jelang pencolosan. “Tim hukum kami sudah bergerak untuk memproses secara hukum,” katanya.

Dona mengajak paslon untuk bermain sehat. “Jangan menggunakan segala cara dalam memenangkan pilkada,” tegasnya.

Hasil survei pasangan AKUR tinggi, diakui Dona membuat gerah pihak-pihak yang berkepentingan. “Wajar jika ada pihak-pihak yang merasa gerah. Tapi jangan bikin firnah gitu dong,” tutur Dona.

Menurut Dona, masyarakat sudah tahu kasus hukum yang sedang berjalan di KBB. “Kami prihatin itu, tetapi tidak pernah menggunakan isu seperti itu kami ingin menang secara fair,” tandasnya.

Tim gabungan AKUR dari Partai Nasdem, Jajang Solihin menganggap masalah itu dinamika politik. “Maklum lah AKUR sedang naik surveinya, dan pasti pihak lawan akan membabi buta untuk menjatuhkan,” kata Jajang.

Jajang pun mengatakan, jika itu dokumen lama yang digunakan untuk menyerang diajang pilkada. “Pastilah tiap pilkada akan muncul toh pilkada lalu juga pernah muncul, ini kampanye hitam,” tegasnya.

Pihaknya akan melaporkan ke aparat penegak hukum untuk mencari kebenaran. “Ya kita minta kepolisian usut sampai tuntas masalah itu,” katanya.

Tim Pemenangan AKUR lainnya dari Nasdem, Heri Kusharyadi mengatakan, tim tidak pernah menerima dokumen gelao yang digemborkan beredar di masyarakat. “Sampai saat ini kita tidak menemukan dokemen itu jadi positif thingking saja,” kata Ojos seraya menambahkan, isu itu sengaja dibuat pihak lawan untuk menjatuhkan lawan politiknya. (***)