Asa Politik Generasi Milenial

oleh -152 views

 

Oleh : Janna Nugraha (GEMA MKGR Kota Bandung)

FAKTA SEJARAH

Indonesia lahir tak luput dari pergerakan pemuda yang setiap 28 Oktober kita selalu menghayatinya dalam momen ‘sumpah pemuda’. Seakan sebuah tanda bahwa pergerakan kaum muda sudah di takdirkan jauh hari muncul sebelum Indonesia Merdeka di tahun 1945. Indonesia bukanlah lahir dari semangat yang ortodoks dan pragmatis. Indonesia lahir dari semangat keberagaman dan semangat nilai luhur yang terkandung dalam bait-bait Pancasila dan Semboyan Bhineka tunggal ika yang jauh muncul sebelum dewasa ini kita selalu mengelu-elukan semangat inklusi, yang notabene para pendahulu kita sudah menyusunnya dalam sebuah konsep Bhineka Tunggal Ika.

Tercatat dalam sejarah organisasi-organisasi vokal kedaerahan yang muncul seperti Jong Java, Hizbul Wathan, bahkan Boedi Oetomo lahir dari semangat jiwa muda yang menggebu-gebu, tolak ukur jiwa muda lagi-lagi tidak berkutat kepada tolak ukur usia seseorang tetapi sebuah hasil pemikiran yang dapat di jalankan secara dinamis mengikuti zaman.

Pada detik-detik menjelang kemerdekaan pun semangat muda selalu menggebu hingga pada puncaknya terjadi penculikan ‘Soekarno-Hatta’ oleh pemuda pada detik-detik sebelum proklamasi. Hal ini menandakan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang tak dapat luput dari gerakan kaum muda yang selalu mempunyai cara dan cita-cita luhur demi sebuah implementasi perubahan dalam kehidupan berbangsa.

KREATIFITAS KOMUNITAS vs GERAKAN POLITIK

Indonesia hari ini tumbuh menjadi Negara yang mempunyai lumbung orang-orang yang kreatif dan innovatif di berbagai sektor, hal ini terbukti dengan munculnya terobosan-terobosan pergerakan kaum muda lewat berbagai komunitas kreatif yang di nilai mampu memecahkan segala macam solusi yang mandiri lewat program-program non pemerintahan.

Ribuan komunitas (non goverment organization) banyak muncul di Indonesia seakan menebar manfaat yang ‘sustainable’ yang dinilai manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat luas. Masyarakat sebagai penerima manfaat seakan mudah terbuka dan mau ikut berkontribusi dalam pemecahan masalah ketika komunitas berupaya memberdayakan masyarakat. Sisi kepercayaan masyarakat pada komunitas cenderung lebih tinggi ketimbang masyarakat harus bersinggungan langsung dengan sebuah organisasi politik yang langsung turun kepada masyarakat.

Tak dapat dipungkiri ada sisi yang timpang dalam mindset masyarakat bahwa komunitas bisa menjadi pemecah solusi dalam pemberdayaan masyarakat berbeda dengan gerakan politik yang hingga saat ini masyarakat masih berpikiran bahwa pergerakan politik merupakan lumbung dari bantuan langsung dan praktis kepada masyarakat itu sendiri, sehingga terjadi ketimpangan di masyarakat bahwa bersinggungan dengan politik maka bukanlah bersinggungan dengan program yang berkesinambungan dan kebijakan pemerintah tetapi bersinggungan dengan pemenangan dan kepentingan partai atau individu partai.

Hal ini menjadi sebuah ironi di masyarakat mengingat fungsi sebuah partai atau kandidat wakil rakyat merupakan ujung tombak di masyarakat yang dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi masyarakat di kemudian hari lewat kebijakan pemerintahan.

PERGESERAN PARADIGMA

Sikap politik masyarakat hari ini cenderung bergeser, dahulu kala orang muda berbondong-bondong mencari sosok yang ‘dituakan’ untuk meminta pendapat tentang arah politik yang akan di dukung. Hari ini seakan bergeser bahwa kaum milenial merupakan sebuah jawaban dari arah politik yang akan di ikuti oleh kaum tua.

Arah politik kaum milenial seakan dinilai lebih objektif di masyarakat mengingat hal ini terjadi karena adanya ‘gaya komunikasi politik baru’ di masyarakat. Sosok muda di nilai sebagai sosok yang ideal dengan semangat inovasi dan kreatif mengikuti kemajuan zaman, yang dinilai oleh masyarakat luas tidak ada pada sosok yang lebih tua yang cenderung dinilai ketinggalan zaman dan monoton.

Orang muda dengan kemampuan terhadap IPTEKnya dinilai sebagai orang yang praktis dalam menghadapi masalah, sehingga masyarakat cenderung lebih percaya bahwa orang muda dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan instan. Di satu sisi hal ini menjadi sebuah harapan yang baik bagi negara berkembang tetapi di satu sisi hal ini menjadi masalah bahwa pergerakan poltik jika tidak dapat mempunyai jiwa muda maka akan kehilangan ‘followers’ dan mati digerus oleh zaman.

POLITIK ZAMAN NOW

Sebuah branding yang kuat dalam pergerakan politik hari ini haruslah bertolak ukur kepada sisi kreatifitas dan Inovasi di masyarakat, hal ini yang akan menjadi sebuah harapan bagi gerakan politik agar masyarakat percaya secara penuh dan yakin dalam menentukan arah politik.

Masyarakat hari ini perlulah di berdayakan dan di ajak untuk kerjasama dalam memecahkan masalah sebuah tawaran kolaboratif dari sebuah gerakan politik akan lebih menjanjikan ketimbang sebuah program yang sifatnya ceremonial dan situasional. Pergerakan politik haruslah mampu untuk hadir di masyarakat sebagai motor masyarakat dalam menyelesaikan masalah secara langsung tanpa harus bersinggungan dengan janji politik.

Hari ini zaman sudah berubah maka Usia pergerakan politik bolehlah tua, tetapi harus tetap dinamis dan mengikuti zaman. Masyarakat hari ini perlu sahabat yang selalu berada disampingnya dalam keadaan apapun, bukanlah sahabat yang datang dengan solusi yang cenderung praktis, tetapi masyarakat hari ini perlu menikmati proses kebersamaan dalam memecahkan masalah.

Semaangat muda janganlah pernah pudar dalam sebuah pergerakan politik, kata-kata Bung Karno “berikan aku 10 pemuda maka akan ku goncangkan dunia”, seakan menjadi isyarat bahwa kaum muda hari ini haruslah berpikir lebih global dan mengikuti trend dunia tak lagi berpatokan kepada sebuah birokrasi yang rumit.

Dengan semangat inilah maka generasi milenial tak akan pernah alergi dengan masalah politik, dan generasi milenial akan kembali ke fitrah bahwa pergerakan pemuda dan politik merupakan sebuah gerakan perubahan yang nyata di masyarakat,.

Selamat Berproses dan Berkarya Nyata Kawan-Kawan!. Mari Gotong Royong Mari Padat Karya!

“Kontestasi politik bukanlah kontes burung berkicau yang suaranya nyaring akan dipilih, kontestasi politik adalah kontes berjuang dalam kebaikan dan manfaat”. (**)