Batu Prasati Pemekaran KBB Ternyata di Dapat dari Sumbangan

oleh -117 views

 

foto Hadi Wibowo/ragam daerah.co
SILATURAHMI: Mantan Sekda KBB yang saat ini maju sebagai Calon Wakil Bupati KBB diperhelatan pilkada, Maman S Sunjaya saat menerima silaturahmi wartawan ragam daerah.co Hadi Wibowo di Posko Pemenangan EMAS di Kotabaruparahyangan.

Ada cerita lain di balik prosesi pemekaran Kabupaten Bandung Barat, ternyata prasati yang ditandatangani Mendagri Widodo AS dibuat di Cipatat dan uangnya didapat dari sumbang.

Laporan Wartawan Ragam.co
Hadi Wibowo

Maman S Sunjaya masih teringat ketika dirinya sebagai panitia pemekaran KBB diminta membeli batu prasasti yang akan ditandatangani Mendagri. Belum lagi harus membeli peta besar KBB yang harga mencapai Rp 20 juta dalam proses penandatangan oleh mendagri tersebut.

Tentunya bukan perkara mudah mendapatkan dana saat itu. Posisi KBB yang sudah lepas, Kabupaten Bandung sebagai indhk tidak memfasilitasi anggaran tersebut. “Sedangkan anggaran dari provinsi tidak ada. Tapi alhamdulillah ada Pak Dawira sebagai Camat Cipatat membiayai pembelian prasasti itu seharga Rp 2,5 juta dari perajin, ya kita sisasati non bajer agar proses pemerintahan bisa berlanjut terus,” sebutnya.

Maman memang tidak ikut dalam gerakan masyarakat seperti halnya rekan-rekan yang tergabung dalam Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (PKBB) karena posisinya di dalam birokrasi. Namun, setidaknya, Maman juga ikut memperjuangkan secara birokrasi dalam percepatan pemekaran KBB.

“Pak Obar sebagai bupati saat itu dan Pak Abubakar sebagai sekdanya memerintahkan saya untuk membuat draf percepatan pemekaran KBB, salah satunya soal pemisahan aset dan lain-lainnya, jadi Pak Obar dan Pak Abu ikut mendukungnya,” kata Maman.

Maman juga mengakui, tanpa ada KPKBB tidak mungkin KBB bisa menjadi daerah otonom. “KPKBB yang merupakan gerakan masyarakat menjadi prasyarat dari undang-undang yang menyatakan bahwa pemekaran itu adalah kehendak dari masyarakat, makanya kita harus menghargai rekan-rekan yang tergabung dalam KPKBB sebagai pelopor pemekaran,” tandasnya. (*)