Elin Pastikan tak Akan Ikut Debat Publik 3, Ada Apa?

oleh -127 views

 

foto dokumen ragam
SUKSESI: Calon Bupati KBB Elin Suharliah saat menyapa warga Poswetan Padalarang beberapa waktu lalu.

LEMBANG – Calon Bupati (Cabup) Bandung Barat nomor urut satu, Elin Suharliah Abubakar (EMAS) memutuskan tak akan menghadiri debat publik pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat putaran 3 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB pada 19 Juni 2018 mendatang.

Istri Bupati Bandung Barat non aktif Abubakar, rencananya akan berangkat ibadah umroh 18-24 Juni 2018.

“Itu sudah diagendakan sejak awal tahun ini. Jadi pada debat publik pasangan calon putaran ketiga nanti, saya pribadi tidak akan hadir,” kata Elin seraya menyebut, akan umroh bersama seluruh keluarganya baru-baru ini.

Meski demikian, cabup yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Maman S Sunjaya ini, sudah mempersiapkan materi debat yang akan disampaikan wakilnya tersebut. Selain penjelasan hingga program kongkret visi-misi paslon Elin Suharliah-Maman S Sunjaya (EMAS) juga terdapat beberapa pertanyaan bagi paslon lainnya.

“Waktu untuk pemaparan pada debat ketiga nanti memang lumayan cukup lama. Setiap paslon diberi 5 menit waktu, jadi nanti Pak Maman bisa memaparkan Visi-Misi EMAS berikut program kongkret yang akan dilakukan jika menang di pilkada nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU KBB, Iing Nurdin menjelaskan bahwa pelaksanaan debat publik ketiga akan digelar pada 19 Juni 2018. Rencananya, debat publik itu akan disiarkan langsung oleh TVRI.

“Kami berharap agar pelaksanaan debat publik ketiga dapat menciptakan nuansa yang berbeda dari debat sebelumnya,” kata Iing melalui rilis yang dimuat di Website KPU KBB, Rabu (13/6/2018).

Adapun tema yang akan diangkat dalam debat publik ketiga merupakan gabungan pada tema debat pertama, yakni “Bandung Barat Sejahtera”, tema debat kedua tentang “Pelayanan Publik dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”.

Sedangkan, untuk konsep debat nanti sama seperti sebelumnya, debat akan terbagi kedalam enam segmen. Namun, debat ketiga ini ada penambahan sesi penyampaian visi misi dan program pasangan calon selama 5 menit.

“Kita ingin paslon benar-benar menyampaikan materi yang detail dalam waktu 5 menit, kalau kita lihat debat kedua masih terlalu global dan standar materinya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, setiap paslon diminta untuk menampilkan kreasi seni yang dapat mewakili pesan-pesan terkait penyelenggaraan pemilu kepada masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
“Perlu ada kreasi seni untuk mencairkan suasana, supaya tidak terlalu serius, enjoy lah,” pungkasnya. (wie)