Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan”

oleh -72 views

 

KOMPAK: Jajaran pengurus dan kader semua tingkatan Partai Hanura KBB saat melaksanakan buka puasa bersama. Mereka kompak siap menangkan RINDU di Pilgub Jabar dan KADO di Pilbup KBB pada 27 Juni 2018.

CILILIN– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar konsolidasi sembari buka bersama (Bukber).

Acara yang diikuti seluruh kader Hanura dari mulai tingkatan pimpinan anak cabang (PAC) serta seluruh pengurus DPC, dilaksanakan di Kantor DPC Hanura di Cililin baru-baru ini.

Acara bukber pun bukan hanya sekadar buka puasa bersama, melainkan acara dikemas dengan kegiatan tausiyah, berdoa bersama, dan ditutup dengan pembagian sodakoh kepada anak yatim.

“Alhamdulillah lewat bukber puasa bersama ini setidaknya bisa mensolidkan semua kader Hanura disemua tingkatan,” ujar Ketua DPC Hanura KBB, Teddy Heryadi di Cililin, Sabtu (9/6/2018).

Teddy pun mengatakan, konsolidasi itu merupakan kesiapan Partai Hanura di event politik saat ini pilbup, pilgub maupun yang akan datang pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). “Kita sudah siap itu dengan strategi yang kami siapkan di event politik nanti terutama di pilkada siap menangkan KADO dan di Pilgub Jabar menangkan RINDU,” sebut Teddy.

Partai Hanura merupakan salah satu partai pengusung Pasangan Bupati/Wakil Bupati KBB nomor urut dua, Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati (KADO). Sementara di Pilgub Jabar, Hanura menjagokan Pasang Uu-Ridwan Kamil. “Partai sudah bergerak untuk kemenangan RINDU dan KADO dipilkada nanti,” sebutnya.

Kendati begitu, Teddy mengakui, bukan perkara mudah memenangi pertarungan dipilkada KBB 27 Juni nanti. Selain mesti menghadapi pesaing tangguh, kesolidan partai pendukung dan relawan adalah kunci utama kemenangan. “Intinya kita jangan terlena menganggap enteng lawan, itu yang saya intruksikan kepada seluruh kader Hanura agar terus bergerak untuk kemenangan RINDU dan KADO,” sebutnya.

Teddy juga mengatakan kepada seluruh kader Hanura, jangan sampai menjadi pahlawan kesiangan ketika jagonya nanti bisa memenangi pilkada. “Biasanya kalau calon yang kita usung menang, banyak pahlawan kesiangan mengaku-ngaku ikut mensukseskan. Padahal dia sebelumnya hanya bisa numpang dan diam tanpa bekerja,” sebutnya.

Tak heran, kata Teddy, pahlawan kesiangan bekerja jika ditunjang dengan oprasional namun ketika tidak ada oprasional malah diam. “Ya itu, duit deui duit deui (Duit lagi duit lagi). Mun aya duit kara digawe bari hayang kapake tapi mun eweh duit caricing (Kalau ada uang baru bekerja sambil ingin terlihat terpakai, tapi kalau enggak ada uang pada diam,” tuturnya. (wie)