Kang Arief Suditomo Minta Asyik Akui Kemenangan Rindu

oleh -86 views

 

foto Hadi Wibowo/Ragam Daerah
SOSIALISASI: Anggota DPR RI Arief S Suditomo saat sosialisasi MPR RI di Gedung Lathifiyah Cigadung Raya Timur Kota Bandung, Sabtu (30/6/2018).

BANDUNG- Kontestasi Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat telah menghasilkan pemenangnya versi real count KPU Jabar. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) 33,22% atau 6.656.712 suara, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) 12,52% atau 2.508.945 suara, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asik) 28,32% atau 5.676.863 suara dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 25,95% atau 5.197.660 suara.

Anggota DPR RI Fraksi Hanura, Arief Suditomo mengatakan, paslon lain harus mengakui kemenangan pasangan Rindu versi real count. “Kemenangan itu kan pilihan rakyat. Lagian selisihnya bukan satu persen lebih dari itu,” ujar Arief ditemui usai sosialisasi MPR RI di Gedung Lathifiyah Cigadung Raya Timur Kota Bandung, Sabtu (30/6/2018).

Arief mengatakan, pasca Pilgub Jabar bukan lagi menjadi ajang perselisihan kepentingan. Namun harus diakui bersama dalam kontestasi pilkada ada yang menang dan ada yang kalah.

“Ya kalau masih ngomongin perbedaan enggak musim lah. Tapi bagaimana caranya saat ini berjuang bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia di Jawa Barat,” kata Arief.

IMP atau indeks pembangunan manusia di Jawa Barat, diakui Arief masih kalah dengan Provinsi Kalimatan Timur, Jawa Tengah, Bali dan Sulawesi.”Jadi ngapain aja selama ini Pemerintah Jawa Barat,” sindir mantan presenter tv ini.

Menurut Arief, pasangan Rindu mempunyai pekerjaan rumah memperbaiki IPM Jawa Barat. Tentunya perlu didukung semua pihak. “Peningkatan IPM itu prestasi yang kita tunggu saat ini. Tidak dengan waktu yang lama karena memalukan IPM Jawa Barat peringkat 10 di 2017 untuk ukuran provinsi yang besar,” tandas Arief.

Pasangan Rindu diusung empat partai yakni PPP, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem, dan Partai Hanura.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menilai ada keanehan dalam hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu)

Lembaga-lembaga survei seperti Charta Politika, Indikator, Indobarometer dan LSI hanya menggunakan sampel 300 tempat pemungutan suara (TPS).

Menurut Arief, jika dihitung dengan rumus statistik, maka margin of error dari hitung cepat lembaga-lembaga tersebut lebih kurang 5-5,6 persen. Karena total TPS di Pilgub Jabar mencapai 74.954 TPS.

“Artinya, akurasi hitung cepat lembaga-lembaga itu tidak lebih baik dari hasil quick count LKPI dan IDM (dua lembaga yang memenangkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaiku),” ujar Arief di Jakarta, Jumat (29/6). Arief kemudian meminta KPU melaporkan lembaga-lembaga yang dimaksud ke lembaga yang berwenang mencabut dan membubarkan lembaga survei (wie/net)