Kang Doddy Bersih dan Visioner

oleh -33 views

 

PADALARANG- Kans Pasang Bupati/Wakil Bupati KBB nomor urut dua, Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati yang terus mendapat dukungan dari berbagi element masyarakat, membuat para pendukungnya kian percaya diri pasangan jargon KADO ini bakal menang di pilkada 27 Juni 2018. “Insya Allah doa dan ihtiar dengan keiklasan memberikan dukungan, KADO bisa menang di pilkada,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Al-Maesaroh Fathuroman yaitu Ustad Fathuroman ditemui disela kampanye terbuka KADO di Lapangan PN Kertas Padalarang, Rabu (20/6/2018).

Oman–begitu biasa disapa mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya di TPS nanti sesuai dengan hati nurani. “Tapi jangan salah memilih pemimpin. Pilih yang amanah dan mempunyai track record yang jelas,” sebutnya.

Tentunya Oman dalam hal memilih pemimpin yang terbaik dari yang terbaik. “Diantara para calon, ya Kang Doddy bakalan amanah, dia kelihatan masih bersih dari berbagai permasalahan mempunyai visi misinya jelas ikhlas memajukan Bandung Barat,” katanya.

Jika dilihat dari track record Oman berpandangan, Kang Doddy sosok birokrat yang visioner. Bahkan pengalaman di birokrasi sebagai Dirjen Kementerian Tata Ruang diyakninya mempunyai konsep untuk memajukan Bandung Barat.

Ditemui terpisah, Doddy mengimbau kepada massa pendukung masing calon-calon agar menciptakan pilkada damai tanpa ekses. “Ya kami mengimbau kepada semua pendukung pasangan calon agar jangan ada gesekan-gesekan yang bisa menciderai demokrasi,” kata Doddy.

Selama ini, Doddy mengaku sudah keliling di 165 desa di KBB dengan melihat potensi alam yang bisa digali untuk kemajuan KBB ke depan.

Di antaranya adalah sumber daya air, iklam tanah yang cocok untuk berbagai macam jenis tanamaan juga potensi alam yang bisa gali menjadi objek wisata. “Potensi di KBB itu lengkap dari sumber daya air, kesuburan tanah, tambang, bahkan gas mineral yang bisa digali ke depan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” sebutnya.

Doddy pun berjanji akan membenahi tata ruang di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang kerap menjadi polemik. (wie)