Bacaleg PDIP KBB Ini Protes Penomoran Dipileg

oleh -54 views

 

Bacaleg PDIP KBB Taufiqurahman.

PADALARANG- Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) PDIP Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari incumbent harus tersisih nomor urutnya. Adalah Taufiqurohman Anggota DPRD KBB Fraksi PDIP. Bacaleg PDIP untuk daerah pemilihan (Dapil) IV Batujajar, Cililin, dan Cihampelas malah mendapatkan nomor urut enam kalah oleh kader PDIP lainnya. Padahal secara skoring, Rodek–sapaan akrabnya cukup tinggi. “Itu yang saya pertanyakan kepada DPC PDIP, karena jika mengacu kepada skoring saya cukup tinggi, dan semua tahu itu,” kata Rodek ditemui di Fraksi PDIP DPRD KBB, Kamis (26/7/2018).

Rodek telah mengabdi sebagai kader PDIP sejak tahun 1989 ketika masih bernama PDI. Rodek juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Ranting Desa Mukapayung Cililin, ikut kepengurusan PAC Cililin dua periode, dan jabatan yang terakhir sebagai ketua PAC Cililin selama dua periode hingga saat ini. Kiparah di politiknya pun Rodek tercatat sebagai anggota DPRD KBB dua periode tahun 2009-2014 dan sampai sekarang. Rodek pernah menjabat sebagai Kepala Desa Mukapayung Cililin.

Nah Dapil IV sendiri posisi nomor satu ditempati Nanan Robiah (mantan Anggota DPRD KBB). Sementara nomor urut dua ditempati Agus Rahman (Kader Partai), Bambang Sumarguna (Kader Partai), dan nomor enam adalah Taufiqurohman. Sementara di dapil IV sendiri ditempati sembilan bacaleg.

“Partai mengintruksikan kepada seluruh pengurus DPC, PAC, dan ranting memprioritaskan kader partai dan merekrut tokoh-tokoh yang berpotensi meraih suara sebanyak-banyaknya untuk kebesar partai,” kata Rodek.

Jika mengacu pada Peraturan Partai PDIP No 25/A Tahun 2018 Pasal 28 No 2 soal Ketentuan Nomor Urut dalam dalam daftar calon sementara anggota DPRD kota/kabupaten disusun pedoman sebagai berikut.

Jabatan ketua, sekretaris, bendahara mendapatkan priotitas nomor urut satu. Apabila berada dalam satu dapil, maka urutannya adalah ketua nomor 1, sekretaris nomor 2, dan bendahara nomor tiga kecuali berdasarkan keterwakilan perempuan.

Calon anggota DPRD kabupaten/kota bobot skoring lebih tinggi dari pada lainnya berhak ditempatkan dinomor urut di bawahnya, ketua, sekretaris, dan bendahara atau ketua PAC partai yang dimaksudkan pasal 7 ayat 3.

Rodek pun mengaku miris juga ada calon di dapil IV terlempar dari dapil II Cipatat, Cikalolong, dan Cipeundeuy atas nama Reza yang merupakan tokoh masyarakat di dapil 2. “Kalau dilempar ke dapil IV maka tidak menutup kemungkinan keluarga dan simpatisan Reza akan mendukung ke partai lain,” kata Rodek. Reza sendiri cukup memberikan kontribusi dan loyalitasnya terhadap partai. “Walau pun Reza bukan pengurus partai tapi saat di pilkada serentak Reza mau meminjamkan motor ke ranting dan PAC, jadi jelas loyalitasnya terhadap partai,” sebut Rodek. Kondisi seperti ini, Rodek menyebutnya tidak ada bentuk penghargaan kepada kader partai yang telah memberikan kontribusi untuk membesarkan partai.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP KBB, Ida Widianingsih mengatakan, keputusan penomor urut setiap bacaleg berdasarkan rapat pleno DPC PDIP yang diplenokan kembali oleh DPD PDIP Jawa Barat untuk dibawa ke DPP PDIP. “Dari pleno DPD sendiri tidak ada sanggahan dan selanjutnya diputuskan oleh DPP kita (DPC PDIP, red) hanya menghantarkan saja,” kata Ida. Khusus Taufiqurohman bisa mendapatkan nomor urut enam, Ida mengatakan “Berdasarkan pleno seluruh struktur pengurus DPC ada pertimbangan lain terhadap yang bersangkutan dan tidak bisa kami sampaikan kepada publik soal itu,” tandasnya.

Bacaleg incumbent PDIP juga tidak mendapatkan nomor bagus terjadi di dapil V Sindangkerta, Gununghalu, Rongga, dan Cipongkor atas nama Lilis Nurhayati. Dewan dua periode dan juga Ketua PAC PDIP Kecamatan Cipongkor ini harus puas dinomor urut empat kalah oleh kader lainnya.

“Saya tidak tahu pertimbangannya apa? Ya kalau kecewa jelas saya kecewa sampai diledekin sama yang lainnya,” keluh Lilis saat dihubungi.

Lilis mengatakan, jika berdasarkan mengacu kepada Peraturan Partai PDIP No 25 A Tahun 2018 dan skoring, Lilis seharusnya mendapatkan prioritas nomor urut satu. “Saya tidak tahu pertimbanganya apa, salah saya dimana? Saya tidak tahu sehingga mendapat nomor urut empat,” sebutnya.(wie)