Ini Pernyataan AK Soal Tudingan Sekretaris PC NU KBB

oleh -111 views

 

 

KOMENTAR: Ali Kurniawan saat memberikan keterangan kepada awak media seputar permasalahan ditubuh NU KBB.

LEMBANG- Pernyataan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Yusuf Sugiana menyulut api yang sudah padam. Warga Nahdliyin, Ali Kurniawan (AK) tak terima pernyataan Yusuf yang diberitakan kemarin.

Penasehat Ansor ini pun angkat bicara. Ditemui di rumahnya Lembang, AK mengatakan, dirinya tidak melakukan aksi boikot saat Konfercab PC NU KBB yang pertama. Sebelumnya, AK dituding menggagalkan Konfercab NU KBB dengan sengaja pergi umroh. “Jadi keberangkatan umroh saya tidak ada sangkut pautnya dengan konfercab, itu sudah direncanakan jauh hari bersama istri,” tutur pria murah senyum ini.

Saat umroh AK dapat kabar. Dia ditelepon sahabatnya dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gununghalu. “Dua hari di Madinah saya dapat telepon. Ajengan Ade Syamsudin dan KH Ayi Muhammad mengabarkan kepada saya,” kata AK. Ade Syamsudin dan KH Ayi Muhammad (Ketua Tanfidziyah MWC.NU Kec.Batujajar).

Percakapan itu, AK menirukan perkataan sahabatnya tersebut. “Kang maaf ganggu sedang ibadah di tanah suci,” kata AK dalam percekapannya di tekepon. AK lantas menjawab, “Iya ada apa? jawab AK. Lantas sahabatnya itu mengatakan kepada AK “Kang konfercab nampaknya akan dipercepat,” kata sahabatnya itu. AK pun menjawab “Tidak apa-apa kalau memang dipercepat itu hak mereka. Tapi tanya saja alasannya, sudah kah? Alasannya yang disampikan Haji Agus Ketua Tanfidziyah mumpung Haji Ali sedang umroh,” kata AK menirukan kembali perkataan sahabatnya dalam telepon.

AK mengaku kaget bukan kepalang saat itu. Dia mengatakan, tidak tahu adanya perhelatan konfercab tersebut. AK pun menyangkal dirinya mengarakahkan MWC ke rumah dinas. “Saya tahu dari salah seorang sahabat bahwa tempat berkumpul para MWC yang benar adalah Rumah Sahabat H.Acep Sumarna,” kata AK.

AK menyangkan adanya istilah tanfidziyah pemda seperti yang dilontarkan Sekretaris PC NU KBB. “Ini apa, saya tidak mengerti. Sepenjang saya aktif di jamiyah NU tidak mengenal tanfidziyah di pemda dan saya sendiri tidak sebagai pengurus tanfidziyah,” Senin (2/6/2018).

Selama diperhelatan pilkada pun, kata AK, dirinya netral lantaran sebagai abdi negara. “Jadi apa iyah selama perhelatan pilkada saya mengajak-ngajak MWC terhadap politik praktik, tidak. Itu kehendak MWC sendiri personalnya, dan justru masyarakat lah menilai siapa yang sebenarnya bermain politik,” bebernya. AK juga menyangkal ada upaya menggulingkan PC NU KBB. Menurutnya, NU adalah organisasi santri dan ulama. “Masa ada sangkaan seperti itu, ini kan para alim ulama. Jadi tidak mungkin MWC disangkakan menggulikan PC,” jelasnya. Yang ada juga, sambung AK, para MWC ingin memajukan NU ke depannya dengan membuka ruang untuk kader lainnya tidak hanya satu calon. “Para MWC tadinya berharap dengan asas tawasuth, bahwa PWNU akan tampil sebagai penengah,” katanya. Kendati di tengah polemik, AK pun secara logowo mengucapkan selamat kepada H. Agus Mulyadi, Msi ditetapkan kembali sebagai ketua atau Tanfidziyah PC NU KBB masa khidmat 2018-2023 melalui Konferensi Cabang (Konfercab) PC NU KBB ke-III secara aklamasi. (wie)