TUTUT DI KBB JADI TERSANGKA..!

oleh -114 views

 

Pengamat Politik dan Pemerintahan, Djamu Kertabudhi

 

Musibah demi musibah tengah melanda KBB, bila meminjam bahasa agama, apakah hal ini termasuk kiamat Wustho? Menurut ulama yang saya dengar di pengajian, ciri” kiamat wustho adalah terjadinya bencana alam di berbagai tempat, dan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah/Pemda rendah. Bencana longsor dan banjir kerap terjadi di KBB. Yang terparah terjadi di kampung Walahir Kec. Cililin banyak korban yang tewas, di sekitar Gunung Bonjot Desa Buningara Sindangkerta belum lama ini terjadi juga longsor yang memakan korban jiwa. Beberapa kali bencana alam longsor dengan skala lebih kecil melanda di beberapa Kecamatan di KBB. Bahkan di lembang kerap terjadi banjir yang nota bene berada di dataran tinggi di lereng gunung tangkuban perahu. Di wilayah pemerintahan sejak OTT KPK sampai dengan proses peradilan saat ini, membuat kita wajib prihatin. Munculnya fakta di peradilan banyak pihak yang diduga terlibat didalamnya.
Hari kemarin terjadi musibah 25 orang masyarakat. Rongga keracunan mengkonsumsi Tutut. Sigapnya aparat kesehatan di UPT Gununghalu, sampai saat ini masih dalam perawatan.
Ada fomeo yang dimunculkan salah seorang WargaNet KBB, bahwa “jangankan pejabat/orang bahkan tutut pun di kbb jadi Tersangka”. Semoga saja kejadian ini bukan ciri kiamat wustho.
Pertanyaan menarik, kenapa kejadian keracunan tutut ini terjadi di Rongga, bukan kec. lain ?.
Kalau mau dikaitkan dengan kondisi eksisting KBB berdasarkan data BPS, bahwa masy. Kec. Rongga dilihat dari IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dengan parameter pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakatnya berada paling rendah dan berada diposisi 16 dari 16 Kecamatan di KBB. Kemudian secara berurutan dari bawah keatas Cipongkor, sindangkerta, Saguling, Gununghalu dan Cililin. Ini berarti di wilayah Selatan KBB masih terdapat kesejangan sosial, pembangunan dan perekonomian dibandingkan dengan wilayah lainnya di KBB. Bahan dan sekaligus masukan berharga bagi Bupati/Wabup KBB baru. Wassalam. (**)