Ada TKK KBB Nyaleg, Sekda: Silakan Saja, Asal…!

oleh -126 views

 

 

 

 

NGAMPRAH- Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata ada yang ikut mencalonkan diri di kontestasi Pileg 2019 nanti. Mereka diam-diam maju sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) dan mendaftar ke KPU KBB.

Masalah tersebut menjadi sorotan Pelaksana tugas (Plt Sekda Bandung Barat, Wandiana. Menurut Wandiana, tidak ada larangan baik PNS, TKK atau kepala desa maju di pileg 2019. “Tapi tetap dia (TKK, red) harus mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai daftar calon tetap (DCT) oleh KPU,” kata Wandiana, Kamis (14/8/2018). Menurut Wandiana, baik TKK, ASN dan kepala desa yang maju di pileg harus segera melayangkan surat pengunduran diri. “Kepala desa juga di KBB juga ada yang mengundurkan diri kurang lebih 10 orang yang maju sebagai caleg,” ungkapnya.

Kepala Bidang Penataan Pengelolaaan Keuangan dan Aset Desa (PPKAD) pada Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (DPMD) KBB, Rambey Solihin mengatakan, beberapa kepala desa yang memilih mundur itu di antaranya, Kades Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kades Selacau, dan Giriasih Kecamatan Batujajar.

Kemudian ada juga dua kepala desa di Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Gununghalu. Mereka ada yang maju bertarung untuk ke DPRD kabupaten dan juga provinsi.

“Total ada 12 kepala desa yang mengajukan pengunduran diri, berhenti dari jabatannya karena mereka sudah memutuskan untuk maju di pileg,” kata Rambey.

Dia mengemukakan, ke-12 kepala desa itu harus sudah dinyatakan mundur dari jabatannya melalui surat resmi dari DPMD paling lambat sehari sebelum penetapan daftar calon tetap (DCT) oleh KPU.

Proses pengunduran diri melalui tahapan mengajukan ke BPD kemudian dibuat rekomendasi ke camat dan camat melaporkan ke DPMD tentang pengunduran diri kepala desa.

“Proses pengunduran diri itu sudah berjalan dan sekarang tinggal menunggu penetapan SK bupati tentang proses pemberhentian kepala desa atas dasar surat dari camat,” kata dia. (***)