Anggota DPR RI Ini Tertarik Bikin Bank Sampah di RW 03 Jamika

oleh -86 views

 

Anggota DPR RI, Arief Suditomo (kiri) bersama Ketua RW 03 Kelurahan Jamika, Deni Suhandani saat memberikan keterangan kepada wartawan soal bank sampah.

BANDUNG- Anggota DPR RI, Arief Suditomo tertarik mendirikan bank sampah saat mengunjungi warga di RW 03 Kelurahan Jamika Kota Bandung. Pada kesempatan itu juga, mantan presenter tv ini menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-73 RI di wilayah tersebut. Ketertarikan Arief mendirikan bank sampah didasari dari keinginan menjadikan wilayah Kota Bandung bersih, dan sampah bisa bernilai ekonomis bagi masyarakat. “Untuk Bandung baiknya ada pengolahan sampah secara mandiri seperti bank sampah atau pengolahan sampah menjadi pupuk kompos,” kata Arief saat bertetap muka langsung dengan warga setempat. Pihaknya juga siap menyediakan tenaga mentoring untuk pengolahan bank sanpah atau pun pupuk kompos. “Yang sudah saya terapkan adalah di Kelurahan Maleer, ya kalau memang tertarik nanti bisa diterapkan,” kata Arief. Menurut, Arief Kelurahan Jamika bisa menjadu penghasil kompos yang banyak lantaran wilayah Kelurahan Jamika merupakan wilayah yang dekat dengan Pasar Andir Bandung. “Limbah sayuran ini lah yang bisa dimanfaatkan warga untuk pupuk kompos atau pakan ternak, tinggal warganya saja kreatif dan ada kemauan,” tuturnya.

Arief menceritakan soal pengelolaan sampah di Kelurahan Maleer yang dipandang sebelah mata oleh warga. Namun setelah dikelola oleh tenaga kreatif, RW di sana mempunyai pemasukan tersendiri dari lengelolaan sampah. “Bahkan dari sampah itu karang taruna di sana bisa mempunyai beberapa kegiatan,” tuturnya.

Kendati begitu, tawaran bank sampah menjadi kendala tersendiri bagi warga di Kelurahan RW 03 Kelurahan Jamika Kota Bandung. Ketua RW 03 Kelurahan Jamika, Deni Suhandani mengatakan, jika wilayahnya tidak memungkinkan untuk dibuat bank sampah lantaran keterbatasan lahan. “Kalau saja di wilayah RW kami ada lahan ukuran 4×6 m2 kami siap membuka bank sampah karena dengan begitu membantu program pemerintah juga,” kata Deni. Namun Deni menyadari, dari sampah bisa menjadikan nilai ekonomis buat warganya. “Kami sadar bahwa sampah yang diolah itu adalah uang tapi itu tadi kendalanya adalah masalah tempatnya,” kata Deni.

Seperti diketahui, Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampahyang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan .Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank. (***)