Penyanyi Pop Sunda Ini Kepincut Nyaleg

oleh -37 views

 

Dewi Susanti Azkiya

SOREANG – Penyanyi Pop Sunda Dewi Susanti Azkiya muncul dalam daftar calon sementara bakal calon anggota legislatif DPR RI daerah pemilihan Jabar II Kabupaten Bandung.

Ia terdaftar sebagai bacaleg Partai Amanat Nasional bernomor urut 7 dengan nama asli Dewi Susanti. Dewi mengaku dengan terjunnya ia di politik sebagai bacaleg agar bisa memperjuangkan seni budaya Jawa Barat khususnya agar lebih eksis di tingkat nasional.

“Saya ingin lebih mengangkat seni dan budaya lokal untuk lebih diperhatikan dan lebih dihargai, juga mengangkatnya ke tingkat nasional dengan memperjuangkannya di pusat atau di Senayan,” ungkap Dewi kepada Balebandung.com saat ditemui di Padepokan Kisunda, Jalan Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Senin (20/8/18).

Lebih dari itu, imbuh Dewi, sebagai pelaku seni ia pun ingin memperjuangkan para seniman dengan mewakili mereka di Senayan nantinya.

“Jadi, ya saya senang bisa gabung di PAN ssbagai caleg, karena saya termotivasi untuk memperjuangkan seni budaya dan nasib para seniman lewat jalur politik ke tingkat pusat,” kata mojang Bandung kelahiran 7 Juni 1980 ini.

Kendati begitu pelantun tembang hits “Bolokotono” dan “Kagoda” ini mengaku dirinya  maju sebagai caleg atas inisiatifnya sendiri. “Ya, saya memang tertarik di politik. Nah, kebetulan ada teman yang ngajak saya gabung sebagai caleg di PAN, jadinya saya semangat juga,” ungkapnya.

Dewi mengaku banyak belajar politik dan mendapat masukan dari para politisi di PAN terutama Ketua DPW PAN Jawa Barat Ahmad Najib Qodratullah. Belajar politik dilakukan di sela aktivitasnya sebagai penyanyi.

“Saya masih tampil manggung kalau ada undangan mengisi acara, sekarang ini sedang banyak mengisi acara di salah satu stasiun tv lokal, dan rekaman album juga masih jalan,” kata Dewi yang sudah rekaman lima album ini.

Ditanya soal konstituennya, Dewi mengatakan akan menyasar semua target. “Ya, kalau untuk mendapat suara saya akan menyasar semua target. Dari kalangan milenial 17 tahun ke atas sampai orang tua ya saya sentuh,” ungkapnya.( ***)