Pokir Dewan Tidak Cair, Ini Penyebabnya

oleh -99 views

 

 

PADALARANG– Terungkap, jika Fraksi Gerindra DPRD KBB tidak mengikuti sidang paripurna. Padahal, Ketua Fraksi Gerindra, Sundaya SP mengaku melakukan walk out lantaran pokok pikiran dewan dihilangkan. “Wong yang bersangkutan tidak ada kok ketika itu, jadi mau dibilang walk out dari mana,” kata salah seorang anggota dewan namanya jangan ditulis menghubungi ragam, Selasa (25/9/2018).

Menurutnya, seluruh anggota DPRD KBB sepakat jika pokir tahun perubahan ini dihilangkan dengan alasan masa transisi. “Betul Pj Bupati (Dadang M Ma’soem, red) tidak mau menandatangani pencairan pokir karena takut ada masalah hukum di kemudian hari dengan alasan masa menjabat yang hanya dua bulan,” sebutnya.

Masalah itu terjadi saat Plt Bupati KBB Yayat T Soemitra menjabat. Yayat enggan menandatangan pencairan pokir lantaran masa jabatannya yang hanya tiga bulan. “Alasannya sama takut bermasalah dengan hukum dikemudian hari,” tuturnya.

Berbeda ketika Abubakar menjabat sebagai bupati KBB. Abubakar menendatangani pokir di tahun anggaran murni. “Tapi kan Pak Abu keburu tertangkap KPK, ya tidak jadi cair,” tuturnya. Kendati begitu, pokir merupakan aspirasi masyarakat yang harus diberikan untuk pembangunan di daerah. “Tapi mau gimana lagi dari pada masa transisi ini jadi bermasalah, ya saya mendingan dibuli masyarakat tinggal jelaskan saja kepada masyarakat toh mereka akan paham,” tandasnya. (***)