Dewan PDIP Ini Naik Pitam Soal Pelayanan di RSCK Kota Baruparahyangan

oleh -1.738 views

SIYASAH.ID–Kasus bayi pejabat KBB yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Cahaya Kawaluyaan (RSCK) Kota Baru Parahyangan Padalarang KBB, menambah deratan kekecewaan atas pelayanan di rumah sakit itu.

Keluh kesah bukan hanya dari masyarakat biasa, tapi dari Anggota DPRD KBB. Kasus Maryono, anggota DPRD KBB Fraksi Gerindra pernah kecewa atas pelayanan di rumah sakit itu.

Kini Deni Setiawan, Anggota DPRD Fraksi PDIP mengeluhkan hal serupa. Menurut Deni, bukan hanya kasus bayi saja, malah dirinya sudah beberapa kali mengurus pasien BPJS, jawaban dari pihak RSCK selalu beralasan tidak ada kamar kosong dan tidak pernah menanggulangi dulu si pasien.

“Sebaiknya rumah sakit lebih mengedepankan sisi kemanusiaannya ketimbang sisi bisnisnya,” kata Deni, Minggu (17/3/2019).

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD KBB agar memanggil pihak RSCK agar tidak terjadi lagi kasus serupa. “Logikanya ke anak pejabat aja berani kaya gitu apalagi ke masyarakat,” tuturnya.

Tragis, itulah peristiwa yang dialami Asisten I Bidang Pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Aseng Djunaedi. Buah hatinya, perkawinan dengan Ayi Ratna Kristiani (35), nyaris tertukar. 

Pristiwa yang membuatnya trauma itu terjadi di Rumah Sakit Cahaya Kawaluyaan (RSCK) Kota Baru Parahyangan. 

Kepada wartawan, Ayi menuturkan, peristiwa terjadi, pada Kamis (7/3/209) sore. Dirinya mengalami kontraksi mulas di perut. Tanpa tunggu lama, suaminya Aseng langsung melarikan ke RSCK. Masuk pun menggunakan BPJS. “Masuk IGD pukul 15.00. Dirawat magrib, saya melahirkan Jumat (8/3/2019),” ujarnya kepada wartawan di Padalarang, Jumat (15/3/2019). (wie)