Kesalahan Data Ma’ruf Amin Klaim Angka Stunting Turun 7% di Era Jokowi

oleh -204 views

Jakarta – Di bidang kesehatan, cawapres 01 Ma’ruf Amin menyatakan dirinya dan Joko Widodo tak hanya akan fokus pada upaya pengobatan tapi juga pada langkah-langkah pencegahan. Dia lantas menyebut mengenai data stunting di Indonesia yang terus menurun. 

Ma’ruf dalam debat bertema ‘Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Budaya’ menyatakan bahwa selama ini pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla telah menurunkan jumlah penderita stunting sebanyak 7%. 

“Demikian juga dengan KIA yaitu Kesehatan Ibu dan Anak, terutama untuk mencegah terjadinya stunting yang oleh pemerintah Jokowi-JK telah diturunkan menjadi 7%, dan kami berjanji akan menurunkan dalam 5 tahun yang akan datang, sampai 10%, sehingga sampai di titik 20% minimal,” kata Ma’ruf di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019) malam. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan, stunting atau kerdil bisa didefinisikan di mana balita memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi tersebut diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. 

“Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kekurangan asupan gizi pada baji,” ujar Kapusdata dan Informasi Kemenkes RI Didik Budijanto, pada paparan mengenai ‘situasi balita pendek di Indonesia’ seperti dikutip detikcom dari website Kemenkes, Minggu (17/3). 

Berdasarkan data dari Ditjen Kesehatan Masyarakat yang dirilis Oktober 2018, data balita yang mengalami stunting pada tahun 2014 adalah sebanyak 28,9%. 

Selanjutnya sedikit mengalami kenaikan pada tahun 2015 menjadi 29%. Pada tahun 2016 angka balita yang mengalami stunting adalah sebanyak 27,5%. 

Tahun 2017, angka balita yang mengalami stunting adalah sebanyak 29,6%. Justru naik dari tahun sebelumnya. Dan tahun 2018 berada di angka 30,8%. 

Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla menjabat sejak 2014, tepatnya dilantik pada Oktober 2014. Jika dihitung sejak mereka menjabat, maka data stunting untuk tahun 2014 sampai 2018 hasilnya 7% adalah tidak tepat.