Kota Bandung Rugi Rp 4 Triliun per Tahun Akibat Macet

oleh -202 views

BANDUNG, (PR).- Kerugian ekonomi akibat kemacetan lalu lintas di Kota Bandung diprediksi bisa mencapai Rp 4 triliun per tahun. Angka tersebut diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan pribadi di Kota Bandung.

Partner Engagement Executive Grab Jawa Barat (Jabar), Mawaddi Lubby, mengatakan, penggunaan kendaraan pribadi untuk bekerja menjadi penyumbang kemacetan terbesar di Kota Bandung. Salah satu indikatornya adalah kemacetan parah yang kerap terjadi pada pagi dan sore hari, bertepatan dengan jam pergi dan pulang kantor.

“Ini terjadi karena ketimpangan pertumbuhan ruas jalan raya dan kendaraan pribadi yang tumbuh signifikan,” tuturnya, pada peresmian Gran to Work di Taman Sejarah, Jln. Aceh, Bandung, Jumat, 8 Maret 2019.

Kerugian terbesar, menurut dia, datang dari melambatnya produktivitas warga akibat kemacetan tersebut. Begitu juga dengan inefisiensi penggunaan bahan bakar selama kemacetan.

Ia menilai, penggunaan sarana transportasi publik untuk bekerja bisa menjadi salah satu solusi untuk menekan angka kemacetan yang semakin parah di Kota Bandung. Selain mengurai kemacetan, upaya tersebut juga dinilai bisa meningkatkan produktivitas warga dan menekan kerugian ekonomi yang berpotensi semakin besar.

Oleh karena itu, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung, pihaknya meluncurkan program Grab to Work. Pada tahap awal, program tersebut akan dimulai dengan aparat sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan, program Grab to Work tahap awal akan berlangsung selama 11-15 Maret 2019 dan akan diikuti 78 pegawai dari Dinas Perhubungan Kota Bandung. Periode selanjutnya akan diikuti oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, PD. Kebersihan Kota Bandung, dan Pemerintah Kota Bandung.

“Ini memang baru memasuki tahap uji coba. Jika terbukti berhasil menekan kemacetan, program ini akan dilanjutkan dengan menyasar ASN di lingkungan Kota Bandung lainnya,” ujar Didi.

Nantinya ASN akan dikelompokan untuk bisa menggunakan sarana transportasi umum tersebut di sejumlah titik. Untuk sementara akan disiapkan 15 pool di titik-titik strategis Kota Bandung.

Ia mengaku berharap, langkah teraebut diikuti masyarakat umum, dengan memilik menggunakan sarana transportasi umum untuk berangkat kerja. Dengan demikian, Kota Bandung juga bisa mereduksi angka kemacetan yang semakin parah. (PR)