Salahkan Muslim Pasca Penembakan, Senator Australia ini Dilempari Telur

oleh -181 views

Seorang senator Australia yang menjadi sorotan karena ucapan kontroversial terkait penembakan di masjid Selandia Baru mendapat insiden memalukan. Dilansir ABC News Sabtu (16/3/2019), Senator Fraser Anning awalnya tengah berbicara kepada awak media selepas pertemuan politik di Moorabbin, tenggara Melbourne.

Rekaman kejadian itu menunjukkan seorang bocah yang awalnya berdiri di belakangnya sembari mengambil ponsel dan mengarahkannya ke arah Anning. Sedetik kemudian, dia tiba-tiba sudah menggenggam telur yang berada di tangan kanannya, dan langsung melemparkannya ke kepala Anning. Tak pelak senator dari Queensland itu langsung melayangkan dua pukulan, dengan salah satunya mengenai wajah bocah yang tak disebutkan identitasnya itu. Seorang staf Anning kemudian memisahkan si senator dari bocah tersebut. Dengan beberapa pendukungnya memiting dan menjatuhkannya.

Juru bicara Kepolisian Victoria menuturkan, remaja yang diidentifikasi berusia 17 tahun dan berasal dari Hampton itu ditangkap tak lama setelah dilepaskan. Aksi remaja itu menuai kekaguman netizen, dengan ada yang membuka keran donasi supaya untuk membantunya memperoleh uang guna menghadapi proses hukum. Insiden memalukan itu terjadi sehari setelah senator yang menjabat sejak November 2017 itu berkomentar atas tragedis penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood, Christchurch.

Senator berusia 69 tahun itu mendapat kecaman dunia setelah menyalahkan Muslim atas penembakan yang merenggut nyawa 49 jemaah tersebut. Dia mengklaim imigrasi yang dilakukan Muslim menyulut kepada aksi itu. “Meski Muslim adalah korban hari ini, biasanya mereka adalah pelaku,” tuturnya kala itu. Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan Koalisi dan Partai Buruh bakal mengajukan mosi selepas parlemen berkumpul April nanti. Morrison dengan tegas mengatakan dia ingin mengecam Anning atas pernyataannya yang menyerang kepercayaan Islam melalui mosi itu. Dia menuturkan seharusnya Anning malu dengan ucapannya itu. “Komentarnya sangat menjijikkan. Seharusnya dia ditempatkan di urutan terbawah dalam setiap pemilu,” katanya. (kompas)