Tokoh Muhammadiyah: Umat Islam Tak Berhak Ganti Istilah Kafir

oleh -179 views

Jakarta – Tokoh Ormas Islam Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa yang tidak mempercayai Allah swt dalam Islam disebut dengan kafir. Ia menegaskan bahwa dasarnya adalah di salah satu ayat dalam Al-Quran disebutkan, telah kafir orang yang berkata bahwa Allah itu adalah Al-Masih Ibnu maryam.

“Jadi dengan demikian orang yang mempertuhankan Isa Al-Masih dan atau tidak mempertuhankan Allah swt dalam sistim keyakinan Islam disebut kafir. Dan kita umat islam tidak punya hak untuk mengganti sebutannya,”.

Menurutnya, ketika kita bicara tentang negara maka semua orang yang tinggal di wilayah suatu negara, maka dia disebut dengan penduduk dari negara yang bersangkutan. Dan kalau yang menjadi penduduk itu adalah orang yang diakui secara hukum sebagai warga dari suatu negara itu, kata dia, maka dia disebut dengan warga negara.

“Untuk kasus Indonesia mereka yang diakui secara hukum sebagai warga dari negara republik indonesia disebut dengan warga negara indonesia (WNI). Dan yang tidak diakui secara hukum sebagai warga negara Indonesia tapi tinggal di Indonesia mereka disebut dengan warga negara asing (WNA) ,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa kata kafir terkait dengan masalah keimanan kepada Allah swt. Kalau dia tidak beriman kepada Allah swt maka dia di dalam Islam disebut dengan kafir.

“Tapi kalau kita bicara tentang negara maka kosa kata yang harus kita pakai adalah penduduk atau warga negara bukan kata kafir atau tidak kafir,” pungkasnya.