Kantor Pemdanya Saja Kotor, Bagaimana KBB Mau Jadi Tujuan Wisata. .!

oleh -94 views

SIYASAH.ID- Lif yang berada di gedung C dan lainnya Komplek Pemda KBB, terlihat kotor dan jijik. Selain ada sampah bekas bungkus permen juga paling mencolok bekas sekar dan puntung rokok berserakan di situ.

Karuan saja, fenomena itu banyak dikeluhkan masyarakat. Bagaimana tidak, lif gedung C dan lainnya merupakan lif bagi dinas yang erat kaitannya dengan pelayanan publik. Dari mulai disduk capil lantai satu, dinas Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dinas lingkungan hidup, dispora, dinas pendapatan keuangan dan aset daerah, dinas peternakan, pertanian hingga badan perancanaan daerah (bappeda). Tidak hanya gedung C, A dan setda juga kindisinya sama kotor.

Yudi Mulyadi, pegawai Kemendes yang kebetulan tengah sowan ke KBB kaget dengan fenomena itu. Kepada wartawan ragam.co Yudi mengaku prihatin selain lif yang kotor juga halaman depan kantor Pemda KBB yang tidak terawat. “Kalau halaman depannya saja tidak terawat bagaimana dengan bagian-bagian lainnya. Kebersihan itu selain terkait dengan kesehatan juga menggambarkan cara hidup kita,” kata Yudi, Kamis (11/4/2019).

Apalagi, kata Yudi, KBB sebagai tujuan wisata semestinya mencerminkan kebersihan kotanya. “Apalagi jika dikaitkan dengan cita-cita KBB sebagai daerah tujuan wisata, sungguh jauh panggang dari api karena kebersihan dan kerapihan itu syarat mutlak perkembangan pariwisata,” tuturnya.

Ahmad Mulyana, 35, warga yang kebetulan akan ke dinas petertnakan mengaku risih juga melihat lif di gedung C yang kotor. “Pemda sih kayaknya selalu membersihkannya, orang-orangnya saja yang jorok dan enggak disiplin disediakan tempat sampah masih saja membuang puntung rokok seenaknya,” tuturnya.

Di pemda KBB semestinya juga ada Satpol PP yang mengawasi prilaku tidak disiplin pegawai juga masyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan seharusnya juga disediakan tempat sampah di tiap sudut ruangan di Pemda KBB. “Bagus juga kalau digencarkan ada spanduk sosialisasi di pemda jaga kebersih, ini dinasnya yang bersangkutan kayaknya cuek,” Dumel Yani, 40, warga Padalarang. (***)