Bupati Umbara Minta Pembangunan KCIC Distop Dulu

oleh -781 views

CIKALONGWETAN— Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna tetap pada pendiriannya menolak izin Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) di KBB.

Apa alasannya? Orang nomor satu di KBB ini menyebutkan, belum ada kesepakatan baik dari Pemda KBB maupun KCIC soal keuntungan bagi masyarakat.

“Sampai hari ini belum ada komitmen apapun terkait keuntungan apa yang akan didapat oleh masyarakat Bandung Barat,” ujarnya saat ditemui disela-sela kegiatan operasi katarak gratis di RSUD Cikalongwetan, Selasa (25/6/2019).

Umbara mengatakan, ada beberapa dampak pembangunan KCIC yang sangat merugikan masyarakat seperti contohnya rusaknya akses jalan yang dilalui kendaraan proyek.

“Masyarakat yang terdampak yakni Kecamatan Cikalongwetan dan Cipendeuy belum mempunyai komitmen apapun, bahkan bulan puasa kemarin banyak yang ngeluh jalan rusak,”ujar Umbara.

Kendati bersebrangan dengan pemerintah pusat, Umbara menegaskan, pihaknya tidak akan menghalangi proyek tersebut, hanya ingin mendapat kejelasan keuntungan apa yang akan didapat oleh warganya.

“Pemda KBB tidak menghalang-halangi, hanya ingin komitmen yang jelas. Bagi kami yang lebih berat ketika ditanya oleh masyarakat. Apa yang diberikan kepada masyarakat ketika pengusaha hadir di Bandung Barat,” katanya.

Umbara hanya meminta KCIC membantu memperbaiki dan memperlebar akses Jalan Cikalong Wetan-Cipeundey dan Cikalong Wetan-Cisarua.

“Sebetulnya permintaan kita tidak banyak, hanya memperlebar jalan anggarannya mau dari Kondev, APBN maupun CSR,” tegasnya.

Masih, kata Umbara, pembangunan yang sedang dilaksanakan harusnya berhenti terlebih dahulu karena belum ada izin dari Pemda KBB sebagai pemilik wilayah. Namun demikian, dalam waktu dekat akan segera dilakukan pertemuan membahas tentang komitmen antara kedua belah pihak.

“Harusnya stop dulu, membangun apapun kan harus ada izinnya, kita tidak menghalang-halangi atau menahan. Intinya manfaat apa yang akan didapat oleh warga Bandung Barat,” pungkasnya. ***