KPK Terus Lacak Aliran Uang Kasus RTH Kota Bandung

oleh -105 views

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melacak aliran uang kasus Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung. Dugaan mark up anggaran dalam proyek tersebut total kerugian negara mencapai Rp 60 miliar.

Soal itu, KPK memeriksa lima saksi di Kantor Direktorat Pengamanan Objek Vital Kepolisian Daerah Jawa Barat, Jalan Jenderal AH Nasution Nomor 21 Ujungberung Bandung. “Dagendakan pemeriksaan terhadap lima orang saksi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).

Kelima orang saksi yakni Sekretaris Inspektorat Pemkot Bandung, Agus Slamet Firdaus, Mantan Kepala Seksi Sertifikasi dan dokumentasi di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkot Bandung, Hermawan, Stad DPKAD, Wagiyo, Kadis Tarcip Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain dan Staf Ahli Wali Kota, Kelly Solihin.

Dalam pemeriksaan itu juga sekaligus dilakukan proses perhitungan kerugian keuangan negara. Febri mengatakan,
ada dugaan aliran uang ke sejumlah pihak terkait kasus ini.

“KPK juga mengimbau agar pihak-pihak lain yang pernah menerima uang terkait RTH ini agar segera mengembalikan pada KPK,” katanya.

Dengan pengembalian uang negara itu, sebut Febri, dipasti akan dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan dan juga dapat membantu penanganan perkara ini.

Hingga saat ini, ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni Mantan Kadis Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkot Bandung, Hery Nurhayat, Mantan anggota DPRD Kota Bandung 2009-2014, Tomtom Dabbul Qomar, dan Mantan anggota DPRD Kota Bandung 2009-2014, Kadar Slamet. ****