Enam Kejari Baru Dilantik, Ini Tantangannya

oleh -116 views

BANDUNG— Kejaksaan Tinggi Jabar melakukan mutasi jabatan asisten bidang dan enam Kajari di enam Kota dan Kabupaten, di Aula Kejati Jabar pada, Senin (12/8/19).

Kajati Jabar Raja Nafrizal mengatakan, kegiatan mutasi ini sesuai Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-185/A/JA/07/2019 tanggal 10 Juli 2019.

Nih, para pejabat Eselon III yang dilantik;
1. Subeno, SH.,MM dilantik menjadi Asisten Bidang Pembinaan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Palu menggantikan E. Soepriharto;
2. Teguh Subroto, SH.,MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Surakarta dilantik menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jabar menggantikan Dr. Anwarudin Sulistyono, SH.,M.Hum yang sekarang dipromosikan menjadi Koordinator di Kejaksaan Agung RI;
3. Nurizal Nurdin, SH, M.Ap dilantik jadi Kajari Kota Bandung menggantikan Rudy Irmawan, SH.,MH yang dimutasi menjadi Aspidus Kejati Jawa Timur;
4. Bambang Sutrisno, SH dilantik menjadi Kajari Kota Bogor menggantikan Yudi Indra Gunawan, SH.,MH yang dimutasi menjadi Aspidum Kejati Sulawesi Selatan;
5. Lila Agustina, SH.,MH dilantik jadi Kajari Kota Tasikmalaya;
6. Sukarman, SH.,MH dilantik jadi Kajari Kota Bekasi menggantikan Hermon Dekristo, SH.,MH yang dimutasi menjadi Asintel Kejati Sulawesi Selatan;
7. Sri Indarti, SH.,MH dilantik jadi Kajari Majalengka menggantikan Hasbih, SH yang dimutasi menjadi Aswas Kejati Kalimantan Timur;
8. Muhammad Ihsan, SH dilantik jadi Kajari Subang menggantikan Pramono Mulyo, SH.,M.Hum yang dimutasi menjadi Asintel Kejati Bengkulu.

Dalam acara pengambilan sumpah dan serah terima jabatan tersebut, Kajati Jabar Raja Nafrizal menyampaikan pergantian personil dan penempatannya melalui alih tugas merupakan sebuah dinamika yang wajar.

“Mutasi ini sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan agar roda organisasi Kejaksaan terus bergerak dinamis ke arah dan tujuan yang tepat,” jelas Kajati.

Kegiatan alih tugas diperlukan dalam upaya optimalisasi kinerja sehingga diharapkan personil yang ditunjuk dapat mengakselerasi penyelesaian tugas sebaik-baiknya serta memberikan nilai positif bagi institusi Kejaksaan.

“Sorotan dan kritikan yang ditujukkan masyarakat kepada institusi Kejaksaan, sesungguhnya merupakan bentuk ekspresi perhatian dari masyarakat, yang di dalamnya terkandung harapan sekaligus tuntutan agar Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum, senantiasa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan yang telah ditentukan,” kata Raja Nafrizal .

Dirinya berharap di tahun ini seluruh insan Adhyaksa bisa menjawab segala harapan dan tuntutan masyarakat dengan kerja dan karya nyata.

“Salah satunya melalui pembenahan organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai keharusan guna memulihkan kepercayaan publik, serta meningkatkan citra institusi,” imbuhnya.

Kemampuan profesionalisme yang tinggi saja tidaklah cukup, kata Raja. Perlu integritas kepribadian yang tinggi dari pejabat penegak hukum, intergritas yang teguh dan utuh serta memiliki kepekaan atas rasa keadilan yang tumbuh dalam masyarakat.***

Incoming search terms: